Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ingat Kabayan, Ingat Alat Musik Sunda

Kabayan
credit:[email protected]_adhikonthea

Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya suku Sunda, Kabayan itu adalah sosok yang sangat lucu. Walaupun pemalas, ternyata sosok satu ini begitu bijaksana. Kabayan dengan kecapinya atau kabayan dengan sulingnya, begitu khas dengan kehidupan suku Sunda sehari - hari.

Mungkin Anda jarang melihat Kabayan bermain angklung, salah satu jenis alat musik Sunda, tetapi hal ini tidak menghalangi orang memahami bahwa Kabayan ini lekat sekali dengan musik Sunda. Sehingga, tak salah jika ingat Kabayan, ingat alat musik Sunda.

Lagu Kabayan dan Musik Sunda

Lagu Kabayan sangat khas sehingga orang akan mengenali alat musik yang mengiringi lagu-lagunya. Biasanya, ada alat musik berupa kecapi dan suling. Mendayu - dayunya kedua jenis alat musik ini membuat kerinduan orang Sunda terhadap kampung halaman terasa terobati. 

Apalagi kalau sedang berada di rumah makan yang menyajikan masakan Sunda. Duduk di saung dengan pemandangan yang menghijau, alunan kecapi atau suling ini begitu damai.

Lagu Sunda itu sangat khas dan berhubungan dengan hijaunya alam. Cobalah untuk mendatangi rumah makan dengan saung - saung yang unik dan suara gemericik air, lalu ada suara musik khas Sunda. 

Suasana pedesaan itu akan sangat terasa. Salah satu lagu yang dibawakan oleh Doel Sumbang bisa mewakili betapa alat musik khas dari Sunda itu tak tergantikan.

Urang sunda kamarana

Urang sunda di marana

Urang sunda, urang mana

Urang sunda, Anjeun saha

Naha ngan saukur nu ngeusian Pulau Jawa

Naha ngan saukur lalajo bari tumenta

Gancang geura hudang buka ceuli buka mata

Geura tembongkeun urang sunda oge bisa

Sebuah lagu yang cukup menarik untuk didengarkan. Lagu ini cukup panjang dengan bahasa yang lucu. Inilah salah satu lagu Sunda yang cukup mewakili penggunaan alat musik dari Sunda.

Ketika Musik Tradisional di Gabung dengan Musik Modern

Iringan kecapi yang  sangat khas begitu menggoda. Kalau tidak ada kecapi dan suling, calung, kendang, rasanya bukan musik Sunda. Pada lagu Sunda, terkadang terdengar suara angklung yang sudah sangat terkenal ke seluruh negeri, bahkan ke mancanegara. 

Angklung ini malah sudah dijadikan sebagai alat musik yang digabungkan dengan alat musik modern. Ada yang menggabungkan angklung dengan musik cadas.

Semakin banyak musisi dan para seniman yang menggabungkan alat musik tradisional dengan alat musik modern. Djaduk Ferianto, saudaranya Butet Kertarajasa, adalah di antara seniman yang menggabungkan musik tradisonal dengan musik mereka yang unik. Biasanya Djaduk menggabungkan gamelan dengan musiknya yang tak kalah heboh. Itu dari Yogyakarta.

Dari tanah Sunda ada aliran musik underground yang menggabungkan alat musik karinding. Karinding ini terbuat dari kayu dan dimainkan dengan cara ditiup. Satu kelompok underground dengan nama "Karinding Attack" telah mempopulerkan karinding ini. Semakin semaraklah musik tradisional memasuki khasanah musik modern.

Bondan Prakoso yang juga sering memasukan musik tradisional ke dalam lagu-lagunya malah menambah keindahan musik itu sendiri. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi siapapun untuk menggunakan musik tradisional dalam lagu atau permainan musik mereka. Kekayaan bangsa ini luar biasa dan tak harus diragukan lagi.

Angklung yang Membahana

angklung-sunda

Bukan hanya Kabayan yang mengingatkan orang dengan lagu dan musik Sunda. Ada lagi seorang laki-laki bersahaja yang telah mengajarkan satu kehidupan yang sangat menyatu dengan alam. Beliau adalah Udjo Ngalagena atau yang lebih dikenal dengan Mang Udjo. 

Beliau memang telah pergi untuk selamanya tetapi perjuangannya kini dilanjutkan oleh anak-anak beliau. Apa yang dilakukan oleh Mang Udjo semasa hidupnya?

Angklung. Angklung inilah yang membuat kehidupan Mang Udjo begitu kental dengan khasanah musik Sunda. Mang Udjo adalah orang yang berada dibalik berdirinya Saung Angklung Mang Udjo, Museum dan Pendidikan. 

Beliau mendirikan tempat belajar bermain Angklung itu bersama istrinya, Uum Sumiati, pada  tahun 1966 silam. Saung ini berada di Jl. Padasuka No. 118 Bandung – 40192 Jawa Barat, Indonesia. Bagi yang ingin kontak langsung ke Saung, bisa menghubungi nomor +62 22 7271714.

Dibawah asuhan Mang Udjo, angklung makin membahana. Bahkan, kini angklung telah menjadi salah satu musik khas dari Indonesia. Banyak yang telah belajar bermain angklung di Saung ini. 

Saung Angklung Mang Udjo adalah salah satu destinasi pariwisata di Jawa Barat. Inilah salah satu kekuatan musik tradisional yang mungkin tak akan dimiliki oleh musik modern.

Kalau ingin belajar memainkan angklung, seorang pembelajar harus belajar tentang beberapa jenis angklung. Di antara jenis angklung yang dikenal itu adalah angklung kanekes, angklung dogdog lojor, angklung padaeng, angklung sarinande, angklung toel, angklung gubrag, angklung badeng, dan angklung sri-murni. 

Kalau tidak mampu memainkannya, mengingat jenis angklung tersebut karena menggunakan bahasa Sunda yang khas, tidak menjadi masalah. Asalkan nantinya paham tentang suara yang dihasilkan.

Berdasarkan bunyinya, angklung ini terdiri dari enam jenis bunyi, yaitu, Angklung melodi kecil, Angklung melodi besar, Angklung akom septim, Angklung akom minor, Angklung ko-akom septim dan terakhir Angklung ko-akom minor. Mengapa harus tahu tentang bunyi angklung? Tentu saja, kalau tidak tahu bunyinya, bagaimana memainkannya?

Di Saung Mang Udjo, semua informasi tentang angklung ini akan diberikan secara detail asalkan pengunjung mempunyai waktu untuk mendengarkan keterangan pemandu di museum Saung Mang Udjo.

Selain itu, akan diberi tahu bagaimana cara membuat angklung, termasuk jenis bambu yang digunakan. Angklung biasanya dibuat dari bambu hitam (awi hideung) dan bambu putih (awi bodas).

Yang pernah mencoba mempelajari bagaimana mempermainkan angklung akan merasakan kelucuan ketika ada suara yang salah. Alat musik yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya internasional ini bisa dimainkan oleh ratusan orang dalam satu waktu. Seorang konduktor yang hebat akan bisa membuat satu lagu dimainkan dengan sangat baik.

Masing-masing kelompok akan memainkan nada yang berbeda sehingga ketika mereka menggerakan angklungnya, nadanya akan sangat harmonis. Cara menggerakan angklung itu tidak bisa sembarangan karena berbeda gerakan, berbeda bunyi.

Calung

calung

Tanah Sunda ini juga mempunyai alat musik yang cara memainkannya dengan dipukul. Nama alat musik itu adalah calung. Calung juga terbuat dari bambu awi. Kalau ingat kelompok lawak D’Bodor, mungkin akan tahu apa itu calung. 

Salah satu pemain D’Bodor sering menggunakan calung ketika melawak. Saat ia mengungkapkan sesuatu lalu ia akan memainkan calung.

Alat musik satu ini mungkin kalah pamor dari angklung. Tetapi karena dipakai dalam lawakan atau pentas seni yang lain, orang jadi senang kalau ada yang menampilkan calung sebagai selingan. 

Biasanya calung ini akan dipegang dan dimainkan dengan memukul beberapa nada. Suara bambu yang khas memberikan kesan yang sangat menarik.

Dari berbagai alat musik itu, pantaslah kalau orang Sunda ini cukup terkenal dengan segala model keseniannya. Masyarakat yang terkenal sangat kreatif. Para senimannya pun banyak yang terkenal. 

Lihatlah komedian yang sedang populer saat ini yaitu Sule yang sangat eksis di dunia hiburan. Sule juga sering menyanyikan lagu Sunda. Tembang Sunda yang lucu menjadi salah satu sajian yang menarik dari Opera van Java. 

Tanah Sunda adalah tanah seni. Tanah yang melahirkan bambu sebagai bahan bermain musik, tanah yang melahirkan kisah Kabayan yang lugu tapi cerdas.

Post a Comment for " Ingat Kabayan, Ingat Alat Musik Sunda"