Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Faktor Dan Penyebab Pergeseran Budaya Bangsa Indonesia


Faktor Dan Penyebab Pergeseran Budaya Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu dikenal sebagai sebuah bangsa yang penuh dengan  keramah tamahan dan sopan santun. Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang mampu bersatu bersatu padu dan menghormati setiap perbedaan yang ada di dalamnya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, ada hal-hal yang menggambarkan sifat bangsa Indonesia tersebut mulai luntur dan hilang termakan oleh kemajuan zaman. Sikap saling menghormati, sopan santun, tepo seliro, gotong royong dan suka bermusyawarah hampir musnah atau hilang ditelan arus deras globalisasi dan modernisasi.

Kenyataan seperti ini tentu sangatlah menyedihkan dan memprihatinkan bagi kita semua, bangsa Indonesia seakan lupa akan budaya mereka sendiri. Bukannya menjaga dan melestarikan citra baik bangsa Indonesia dalam pandangan bangsa lain, masyarakat Indonesia kini malah cenderung dengan sengaja melupakan dan tidak mengingat budaya asli mereka sendiri, dan ironisnya mereka lebih bangga dengan budaya yang tercipta oleh arus globalisasi dan modernisasi.

Banyak sekali sikap dan budaya Indonesia yang sudah mulai hilang bahkan bisa dikatakan hampir sirna di telan zaman, misalnya :
  • Budaya mencium tangan kepada orang, atau masyarakat jawa sering menyebutnya dengan istilah ‘salim’. Cium tangan kepada orang tua merupakan sebuah kewajiban anak kepada orang tua saat ingin pergi sekolah atau berpamitan. Budaya tersebut penting, untuk menanamkan rasa cinta kepada orang tua. 
  • Penggunaan tangan kanan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Di luar negeri mungkin tidak masalah penggunaan tangan kanan atau kiri, tapi itu bukanlah budaya kita. Kita harus mengajarkan kepada anak - anak kita untuk berjabat tangan, memeberikan barang, ataupun makan dengan tangan kanan. 
  • Budaya musyawarah dan gotong royong. Budaya seperti ini yang sudah jarang kita temukan khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan. Saat ini kebanyakan penduduk kota terlampau cuek dan hanya mementingkan ego masing-masing, pura-pura tidak tahu dan saling acuh tak acuh.
Sebagai generasi penerus seharusnya kita mau untuk menerapkan dan melestarikan budaya asli Indonesia, agar Indonesia dapat kembali di gormati di mata dunia bukan terkemuka karena konfliknya tapi lebih karena budayanya yang baik. Selain itu, juga agar generasi penerus selanjutnya bangga dan mengerti kenapa budaya ini harus dijaga. Bangsa Indonesia harus bangkit dari krisis budaya yang luntur karena perkembangan zaman dan berjaya menjadi bangsa yang terkenal karena prestasi intelektualnya dan bukan karena hal buruknya.

Faktor Terjadinya Perubahan Kebudayaan

Perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan didalam masyarakat yang terjadi karena adanya ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Semua itu terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. 

Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, antara lain kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat. Perubahan kebudayaan akan berjalan secara terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang mendorong dan menghambat terjadinya perubahan kebudayaan yaitu:
  • Faktor Yang Mendorong perubahan kebudayaan, yaitu adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi (kebudayaan material). Adanya individu-individu yang mudah menerima terhadap unsur-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda. Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
  • Faktor Yang Menghambat perubahan kebudayaan, yaitu adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sulit untuk berubah seperti adat istiadat dan keyakinan agama (kebudayaan non material). Adanya individu-individu yang sulit menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi tua yang kolot.
Dan berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan, yaitu :

Faktor Internal

Beberapa faktor internal tersebut antara lain :
  • Perubahan demografis, peerubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah, dan akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan, contohnya dibidang perekonomian, misalnya dengan adanya pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
  • Konflik sosial, Konflik sosial dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat di daerah transmigrasi. Untuk mengatasinya maka pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
  • Bencana alam, bencana alam yang terjadi dalam masyarakat dapat mempngaruhi perubahan, misalnya bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarakat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadilah proses asimilasi maupun akulturasi kebudayaan.
  • Perubahan lingkungan alam, perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya ekosistem hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
Faktor Eksternal

Beberapa faktor eksternal tersebut antara lain :
  • Perdagangan, Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur dengan India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya mengapa Indonesia di jadikan sebagai tempat persinggahan pedagang-pedagang besar. Selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.
  • Penyebaran agama, Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan dengan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia. Demikian pula masuknya unsur-unsur kebudaya bangsa barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.
  • Peperangan, kedatangan bangsa barat (Eropa) ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsur-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.
Demikianlah ulasan artikel tentang Faktor Dan Penyebab Pergeseran Budaya Bangsa Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kita semua.

referensi : davidirfan.blogspot.com
Credit :aminfadillah.blogspot.com, dwicandrayanuar.blogspot.com, ikper.blogspot.com

Post a Comment for "Faktor Dan Penyebab Pergeseran Budaya Bangsa Indonesia"