Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bentuk Pemerintahan yang Dijalankan oleh Satu Orang

bentuk-pemerintahan

Jika berdasarkan pemahaman para filsuf Yunani Kuno, ada dua bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh satu orang. Pertama adalah bentuk pemerintahan monarki dan kedua adalah bentuk pemerintahan tirani. Kedua bentuk pemerintahan ini bisa berjalan meskipun hanya satu orang yang memimpin pemerintahan.

Namun terdapat perbedaan pada sistem yang dijalankan. Seperti apa perbedaan sistem tersebut? Dan bagaimanakah bentuk jelasnya dari dua sistem pemerintahan ini? Berikut ini adalah penjelasannya.

Bentuk Pemerintahan

Sebelum membahas monarki dan tirani, ada baiknya memahami bentuk pemerintahan secara umum terlebih dahulu. Bentuk pemerintahan merupakan sebuah sistem atau cara suatu pemimpin dalam menjalankan negaranya. 

Bentuk pemerintahan dapat dikatakan sebagai sebuah sistem yang mengorganisir tatanan suatu institusi politik demi tercapainya suatu bentuk identitas negara. Pengertian ini pun dapat mendeskripsikan sebuah sistem bahkan ketika suatu negara mengalami kemunduran dalam hal politik.

Bentuk pemerintahan sendiri ada berbagai jenis. Bila menilik bentuk pemerintahan klasik, dapat menilik klasifikasi yang diungkap oleh Plato dan Aristoteles. Dua filsuf Yunani tersebut memiliki deskripsi masing-masing tentang pembagian bentuk pemerintahan.

Plato membagi bentuk pemerintahan ke dalam lima jenis klasifikasi. Klasifikasi yang diungkap oleh Plato ini diuraikan berdasarkan sifat manusia dalam memimpin. Kelima jenis tersebut adalah aristokrasi, timokrasi, oligarki, demokrasi, dan juga tirani. 

Aristokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh kaum cendekiawan sedangkan timokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh kaum yang menginginkan sebuah kehormatan.

Bila timokrasi dipimpin oleh orang yang terhormat, oligarki adalah kekuasaan yang dipimpin oleh kaum bangsawan yang bergelimang harta. Sistem yang keempat yaitu demokrasi merupakan pertentangan dari oligarki. 

Sistem ini mengacu bahwa negara dipegang oleh golongan kaum rakyat miskin. Dan yang terakhir adalah tirani. Tirani merupakan bentuk pemerintahan yang dipegang oleh satu orang dengan cara kehendak dan egonya. Tirani merupakan sistem pemerintahan yang jauh dari rasa keadilan.

Bila Plato membagi bentuk pemerintahan klasik ke dalam lima kategori, Aristoteles mengklasifikasikan bentuk pemerintahan ke dalam tiga kategori saja. Ketiga kategori ini dideskripsikan Aristoteles sebagai bentuk pemerintahan berdasarkan jumlah orang yang memerintahnya. 

Pertama adalah sistem monarki yakni bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh satu orang. Biasanya yang memimpin adalah raja atau pun kaisar. Kedua adalah aristokrasi yang berarti kekuasaan sepenuhnya dipegang oleh kaum cendekiawan. Dan kategori ketiga adalah polity. Bentuk yang ketiga ini merupakan bentuk pemerintahan yang dikuasai oleh lebih dari satu orang dengan harapan agar segala keputusan berdampak pada kepentingan umum.

Pada perkembangannya, Aristoteles mengembangkan ketiga sistem tersebut menjadi beberapa klasifikasi lagi. Klasifikasi yang dijelaskan Aristoteles terbagi menjadi enam  jenis. Kesembilan jenis tersebut yakni:

bentuk-pemerintahan
credit:[email protected]_hukum

Monarki

Sistem ini merupakan sistem pemerintahan yang konsep kekuasaannya dipegang oleh satu orang dengan tujuan agar segala keputusannya memiliki banyak manfaat untuk umum. 

Tirani

Konsep tirani yang diuraikan Aristoteles hampir mirip dengan yang diungkap Plato.

Aristokrasi

Sistem ini merupakan sistem kekuasaan yang dipimpin oleh kaum bangsawan yang cenderung memiliki kemampuan intelektual yang baik.

Oligarki

Sistem pemerintahan ini merupakan sistem yang dipimpin oleh sebagian kaum minoritas dari suatu tatanan masyarakat.

Anarki

Sistem pemerintahan yang satu ini merupakan sistem pemerintahan yang dipegang oleh rakyat tetapi tidak mementingkan kepentingan rakyat.

Demokrasi

Sistem pemerintahan ini merupakan sistem yang berkebalikan dengan anarki. Sistem pemerintahan ini dipegang oleh rakyat demi kepentingan rakyat bersama.

Dari uraian tersebut, Aristoteles pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir serupa dengan Plato tentang konsep monarki dan tirani. Hanya memang deskripsi Aristoteles tentunya lebih luas dibandingkan Plato. Terlepas dari itu, kedua filsuf ini memang memandang konsep monarki dan tirani sebagai sebuah sistem pemerintahan yang hanya dipegang oleh satu orang saja.

Monarki, Sistem Pemerintahan Tunggal di Era Modern

Sudah dijelaskan sebelumnya jika monarki merupakan bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh satu orang. Aristoteles dan Plato pun mengungkapkan hal yang sama. Monarki merupakan sebuah sistem pemerintahan yang dijalankan dengan kuasa satu orang untuk tujuan khalayak hidup orang banyak. 

Di era modern, bentuk pemerintahan monarki diterapkan oleh beberapa negara. Monarki dianggap sebagai sebuah sistem pemerintahan yang masih tetap berpusat pada satu orang namun terbuka akan pemikiran modern. 

Monarki di era modern terbagi menjadi tiga jenis. Ketiga jenis tersebut antara lain monarki absolut, monarki konstitusional, dan monarki parlementer. Monarki absolut adalah suatu bentuk pemerintahan yang mengusung konsep bahwa sang pimpinannya mempunyai berbagai kewenangan. 

Sistem pemerintahan yang biasanya dipimpin oleh raja atau kaisar ini saat ini hanya digunakan oleh enam negara. Keenam negara tersebut adalah Arab Saudi, Brunei, Oman, Qatar, Swaziland, dan Kota Vatikan. 

Namun pada zaman dulu, sistem pemerintahan ini pernah dianut oleh Negara Perancis saat masa kepemimpinan Raja Louis XIV. Hanya sistem monarki inilah yang masih menjalankan bentuk pemerintahan yang dikendalikan satu orang sepenuhnya. 

Sistem monarki yang kedua adalah monarki konstitusional. Sistem pemerintahan yang satu ini memiliki satu penguasa tunggal. Hanya memang penguasa ini tidak memiliki kewenangan sepenuhnya terhadap sistem pemerintahan. 

Artinya sang penguasa (raja, kaisar) hanya sebatas simbol negara sedangkan yang memimpin pemerintah dan segala kebijakannya adalah perdana menteri. Negara yang menerapkan sistem ini cukup banyak. 

Beberapa di antaranya bahkan negara seperti Jepang, Australia, Denmark, Kanada, Spanyol, Jamaika, dan masih banyak lainnya. Perancis pun sempat mencicipi model pemerintahan ini pada abad ke-18 walaupun hanya sesaat.

Sistem pemerintahan monarki yang ketiga adalah monarki parlementer.  Monarki parlementer adalah sistem pemerintahan yang mengakui raja sebagai kepala negara. Hanya memang yang memiliki kekuasaan tinggi adalah parlemen (serupa DPR). 

Negara yang menganut sistem ini adalah Inggris, Belanda, Jerman, Malaysia dan masih banyak lagi. Untuk diketahui, negara yang menganut monarki parlementer dan monarki konstitusional pada dasarnya tidak menerapkan bentuk pemerintahan tunggal seperti halnya monarki absolut.

Tirani, Sistem Pemerintahan Tunggal Diktator

Bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh satu orang selain sistem monarki adalah tirani. Pada dasarnya, tirani merupakan bentuk berlebihan dari sistem pemerintahan monarki. Mengapa berlebihan? Karena umumnya tirani adalah bentuk pemerintahan yang cenderung negatif. 

Pemerintahan seperti ini dikuasai oleh seorang pemimpin yang cenderung diktator. Pemimpin semacam ini bisa melakukan semaunya sendiri termasuk berbagai  tindakannya yang di luar batas-batas kemanusiaan dan keadilan. 

Pemerintahan semacam tirani ini merupakan pemerintahan yang buruk dan merosot. Banyak pimpinan  yang tega menindas rakyatnya hanya demi keuntungan pribadi. Di era modern ini, hampir tidak ada negara yang memiliki pemimpin dengan menerapkan sistem tirani. 

Namun sistem ini sempat dipakai oleh negara maju seperti Jerman yang terkenal dengan tokoh diktator paling ternama yakni Hitler. Italia pun pernah memasuki era tirani ketika dipimpin oleh Benito Mussolini

Demikianlah penjelasan tentang bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh satu orang yakni monarki dan anarki. Mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan tentang bentuk atau sistem suatu pemerintahan.

Posting Komentar untuk " Bentuk Pemerintahan yang Dijalankan oleh Satu Orang"