Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Tradisi Dan Budaya Lampung Saibatin Dan Lampung Pepadun


Mengenal Tradisi Dan Budaya Lampung Saibatin Dan Lampung Pepadun

Suku Lampung Saibatin

Provinsi Lampung merupakan sebuah provinsi yang berada di ujung sebelah selatan pulau Sumatera. Di provinsi Lampung ini bermukim dua suku asli masyarakat Lampung yakni Suku Lampung Saibatin dan Lampung Pepadun.

Suku Lampung Saibatin pada umumnya tinggal didaerah pesisir atau dekat dengan pantai yang membentang dari sebelah  timur, selatan, hingga sebelah barat provinsi ini. Kabupaten yang menjadi sebaran Suku Lampung Saibatin ini adalah Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Selatan, Kotamadya Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten  Lampung Barat.

Suku Lampung Saibatin atau Peminggir ini menganut sistem kekerabatan patrilineal atau mengikuti garis keturunan dari Ayah. Meskipun demikian, Suku Lampung Saibatin tetap memiliki kekhasan dalam hal tatanan masyarakat dan tradisi mereka sendiri.

Menurut etimologi, kata "Saibatin" memiliki arti satu batin atau memiliki satu junjungan. Hal ini sesuai dengan tatanan sosial yang berlaku dalam masyarakat Suku Lampung Saibatin, yakni hanya ada satu raja adat dalam setiap generasi kepemimpinan mereka. 

Budaya Suku Lampung Saibatin sendiri cenderung bersifat aristokratis karena kedudukan adat hanya dapat diwariskan melalui garis keturunan (trah / silsilah). Tidak seperti Suku Lampung Pepadun, tidak ada upacara tertentu yang dapat mengubah status sosial seseorang dalam masyarakat Lampung Saibatin ini.

Ciri lain yang dimiliki oleh Suku Lampung Saibatin dapat kita lihat dari jenis perangkat yang digunakan dalam upacara atau ritual adat. Salah satu jenis perangkat tersebut adalah bentuk siger (sigekh) atau mahkota pengantin Suku Lampung Saibatin yang memiliki tujuh lekuk atau pucuk (sigokh lekuk pitu). 

Tujuh pucuk ini melambangkan tujuh adoq, yaitu suttan, raja jukuan atau depati, batin, radin, minak, kimas, dan mas. Selain itu, ada pula yang disebut dengan awan gemisir (awan gemisikh) yang diduga digunakan sebagai bagian dari arak-arakan adat, yang dapat kita lihat diantaranya dalam prosesi pernikahan.

Suku Lampung Pepadun

Masyarakat adat (suku) Lampung Pepadun merupakan salah satu dari dua kelompok adat besar dalam masyarakat asli suku Lampung. Masyarakat ini mendiami daerah pedalaman atau daerah dataran tinggi yang berada di provinsi Lampung. 

Berdasarkan  pada catatan sejarah perkembangannya, masyarakat suku Lampung Pepadun ini pada awalnya berkembang di daerah Abung, Way Kanan, dan Way Seputih (Pubian). Kelompok adat (masyarakat) ini memiliki ciri khas dalam bentuk tatanan masyarakat dan tradisi yang berlaku dalam masyarakat tersebut dan diwariskan secara turun - temurun.

Masyarakat suku Lampung Pepadun menganut sistem kekerabatan patrilineal yang mengikuti garis keturunan Ayah, sama dengan suku Lampung Saibatin di atas. Dalam sebuah keluarga, kedudukan adat tertinggi berada pada anak laki-laki tertua dari keturunan tertua, yang disebut sebagai "Penyimbang". 

Bagi masyarakat suku  Lampung Pepadun, gelar Penyimbang ini sangat dihormati karena menjadi penentu dalam sebuah proses pengambilan keputusan yang penting. Status kepemimpinan adat ini akan diturunkan  atau di wariskan kepada anak laki-laki tertua dari Penyimbang, dan akan berlangsung seperti itu untuk seterusnya.

Berbeda dengan suku Lampung Saibatin yang memiliki budaya kebangsawanan yang sangat kuat, suku Lampung Pepadun cenderung berkembang secara lebih egaliter dan demokratis. Status sosial dalam masyarakat suku Lampung Pepadun tidak semata-mata ditentukan oleh garis keturunan mereka. 

Setiap orang memiliki peluang untuk memiliki status sosial tertentu dalam msyarakat, selama orang tersebut dapat menyelenggarakan upacara adat Cakak Pepadun. Gelar atau status sosial yang dapat diperoleh melalui ritual Cakak Pepadun diantaranya adalah gelar Suttan, Raja, Pangeran, dan juga Dalom.

Nama "Pepadun" sendiri berasal dari perangkat adat yang digunakan dalam prosesi upacara Cakak Pepadun. Makna dari kata "Pepadun" adalah bangku atau singgasana kayu yang merupakan simbol status sosial tertentu dalam keluarga. Prosesi pemberian gelar adat (disebut Juluk Adok) dilakukan di atas singgasana tersebut. 

Dalam prosesi upacara tersebut, anggota masyarakat yang ingin menaikkan statusnya dalam masyarakat harus membayarkan sejumlah uang ( disebut Dau) dan memotong sejumlah hewan kerbau. Prosesi upacara Cakak Pepadun ini diselenggarakan di "Rumah Sessat" dan dipimpin oleh seorang Penyimbang atau pimpinan adat yang posisinya paling tinggi dalam tatanan masyarakat suku Lampung Pepadun.

Itulah uraian artikel tentang Mengenal Tradisi Dan Budaya Lampung Saibatin Dan Lampung Pepadun. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan Anda semua.

Post a Comment for "Mengenal Tradisi Dan Budaya Lampung Saibatin Dan Lampung Pepadun"