Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Tradisi Adat Papua Yang Unik


7 Tradisi Adat Papua Yang Unik
image via [email protected]_story

7 Tradisi Adat Papua Yang Unik- Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan keanekaragaman tradisi,adat,budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah suku bangsa terbesar di dunia. Namun demikian, walaupun masyarakatnya memiliki tradisi dan budaya yang berbeda - beda, mereka tetap dapat hidup rukun dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Reoublik Indonesia (NKRI).

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan negara Indonesia benar - benar mampu di terapkan dalam kehidupan nyata masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebagai wujud rasa syukur kita atas karunia dari Tuhan tersebut, maka kita semua memiliki kewajiban untuk selalu merawat kerukunan yang sudah menjadi ciri masyarakat dan bangsa Indonesia. Perbedaan bukan untuk di pertentangkan, namun perbedaan justru harus mampu merekatkan kerukunan dalam masyarakat.

Setelah pada artikel - artikel sebelumnya saya sudah banyak membahas tentang tradisi dan budaya masyarakat lainnya seperti suku Jawa dan Sunda, maka pada artikel kali ini saya akan mengeksplore bagian timur Indonesia dengan membahas topik tentang 7 Tradisi Adat Papua Yang Unik.

Papua merupakan wilayah paling timur di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Papua  memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah dan kaya dengan keanekaragaman tradisi serta budaya. Selain itu Papua juga terkenal sebagai daerah yang memiliki jumlah suku bangsa terbanyak di Indonesia.

Setiap suku bangsa yang ada di papua memiliki budaya dan tradisi unik yang berbeda-beda satu sama lain. Tradisi-tradisi yang ada di Papua biasanya berhubungan dengan ritual  upacara keagamaan serta kepercayaan masyarakat setempat.  Dan biasanya, tradisi serta budaya masyarakat tersebut selalu merefleksikan segala hal yang berkaitan dengan alam. 

Apakah Anda merasa tertarik dan penasaran dengan  tradisi adat papua yang unik tersebut? Yuk, langsung saja Anda simak ulasannya berikut ini.

7 Tradisi Adat Papua Yang Unik, antara lain:
  1. Tradisi Barapen
  2. Tradisi Potong Jari
  3. Tradisi Ararem
  4. Tradisi Mansorandak
  5. Tradisi Tanam Sasi
  6. Tradisi Pembuatan Tifa
  7. Tradisi Festival Lembah Baliem

1. TRADISI BARAPEN

Tradisi Barapen Papua

Tradisi Barapen (bakar batu) adalah salah satu tradisi adat papua yang unik dan merupakan salah satu tradisi adat tertua yang pernah ada di Papua, terutama di daerah pedalaman atau pegunungan seperti misalnya pegunungan Jawayijawa, Dekai, Yahukimo dan sebagainya. Tradisi Barapen ini dilakukan oleh masyarakat Papua sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai sarana silaturahmi antar sesama masyarakat, upacara kematian, dan mengumpulkan para prajurit untuk persiapan perang.

Dalam tradisi Barapen ini, masyarakat Papua akan memasak makanan secara tradisional dengan menggunakan sarana batu sebagai media untuk memasak dan kemudian mereka akan menyantap masakan tersebut bersama-sama. Pada umumnya, jenis masakan yang digunakan adalah daging babi, ubi jalar, singkong, dan juga berbagai macam jenis sayur-sayuran. 

Namun ada beberapa kalangan masyarakat Papua yang kemudian mengganti daging babi dengan daging ayam, sapi, atau kambing, terutama warga masyarakat yang beragama Islam seperti di daerah Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Seperti kita ketahui bahwa dalam agama Islam, daging babi adalah salah satu jenis hewan yang haram hukumnya untuk di makan.

Kegiatan tradisi Barapen biasanya akan diawali dengan membuat sebuah lubang di tanah, kemudian lobang tersebut akan diisi dengan batu-batu yang sudah dipanaskan oleh kayu bakar sebelumnya. Setelah itu batu-batu tersebut akan dilapisi dengan daun pisang, lalu ditaruh daging babi atau daging lainnya yang sudah diiris - iris dan dipotong - potong. Setelah itu kemudian ditutup kembali dengan  daun pisang. Proses memasak tersebut akan diulangi hingga semua sayur-sayuran, ubi, dan singkong terletak di bagian paling atas. Tradisi adat papua yang unik ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan, keharmonisan dan solidaritas antar masyarakat dan warga Papua.

2. TRADISI POTONG JARI

Tradisi potong jari papua

Tradisi adat papua yang unik ini mungkin adalah satu - satunya tradisi yang hanya bisa kita jumpai di Papua dan tidak ada di wilayah Indonesia yang lain. Tradisi potong jari ini adalah tradisi yang biasanya dilakukan oleh suku Dani di Lembah Baliem. Dalam tradisi ini, masyarakat suku Dani diharuskan untuk memotong salah satu jari tangan mereka setiap ada anggota keluarga mereka yang meninggal dunia sebagai tanda duka dan untuk mencegah kejadian-kejadian buruk yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.

Untuk mengurangi rasa sakit dalam tradisi potong jari ini, masyarakat suku Dani memiliki cara - cara yang khusus. Sebelum jari tangan mereka dipotong dengan pisau atau kapak, maka ruas jari tersebut akan digigit terlebih dahulu hingga putus. Kemudian diikat dengan seutas tali untuk membuat aliran darahnya berhenti, lalu ruas jari tersebut menjadi mati, dan kemudian baru dipotong.

3. TRADISI ARAREM

Tradisi Ararem Papua
image via [email protected]_kholiq

Tradisi Ararem merupakan tradisi perkawinan masyarakat adat Papua dimana dalam pelaksanaannya mempelai pria beserta dengan keluarga besarnya akan mengantarkan mas kawin kepada keluarga mempelai wanita dengan berjalan kaki sambil membawa piring-piring, guci, dan sebagainya.

Sebuah hal yang membuat tradisi Mansorandak ini menjadi unik yaitu tradisi ini disertai dengan mengibarkan bendera merah putih yang merupakan lambang negara Indonesia. Tradisi unik ini hanya dapat Anda temukan di Papua dan sampai sekarang masih belum ditemukan alasan yang jelas dibalik pengibaran bendera merah putih tersebut.

4. TRADISI MANSORANDAK 

Tradisi Mansorandak Papua
image via [email protected]_2_karawang

Tradisi adat papua yang unik lainnya adalah tradisi Mansorandak (tradisi injak piring). Tradisi ini biasanya dilakukan oleh suku Biak di wilayah Manokwari, Papua Barat dalam rangka menyambut kembali anggota keluarga yang kembali ke kampung halaman dari perantauan atau dari luar Papua dalam jangka waktu yang lama. 

Tradisi Mansorandak bertujuan untuk menunjukan rasa sukacita dan gembira atas kepulangan anggota keluarga mereka dan juga bertujuan untuk membersihkan orang tersebut dari pengaruh roh-roh jahat yang berasal dari daerah tempatnya merantau.

Tradisi Mansorandak biasanya dimulai dengan prosesi mandi kembang di atas piring adat. Setelah itu, kemudian orang yang baru pulang merantau tersebut akan masuk ke dalam ruangan khusus di rumah keluarganya dan berjalan mengitari sembilan piring adat sebanyak sembilan putaran. 

Di bagian akhir putaran, orang tersebut akan menginjak replika buaya yang melambangkan tantangan dan cobaan hidup yang akan dijalani olehnya. Setelah itu diadakan acara makan bersama - sama. Satu hal yang unik lainnya adalah seluruh makanan akan digantung terlebih dahulu di bagian atas rumah dan baru boleh disantap setelah adanya aba-aba dari sesepuh Adat.

5. TRADISI TANAM SASI

Tradisi Tanam Sasi merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah timur Indonesia, seperti wilayah Maluku dan Papua. Tradisi tanam sasi adalah tradisi yang dilakukan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. Tanam sasi juga dikenal sebagai cara pengolahan sumber daya alam di desa-desa di wilayah pesisir Papua.

Hingga saat ini, tradisi upacara Tanam Sasi masih sering dilakukan oleh masyarakat. Jika Anda berkunjung ke wilayah ini dan kemudian Anda menemukan ada pohon yang ditandai dengan tulisan "SASI", maka itu artinya Anda tidak diperbolehkan untuk mengambil apapun yang ada di daerah sekitar tulisan  tersebut.

Boleh dikatakan bahwa tradisi tanam Sasi ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat setempat dalam upaya menjaga pelestarian dan menjaga mutu, populasi sumber daya alam, baik hewani maupun nabati agar terjadi keseimbangan alam.  

6. TRADISI PEMBUATAN TIFA 

TIFA Papua

Tifa merupakan salah satu jenis alat musik khas wilayah Indonesia Timur,  termasuk Papua dan Maluku. Tifa memiliki bentuk yang serupa dengan kendang, dan terbuat dari kayu yang dilubangi pada bagian tengahnya dan kemudian dilapisi dengan kulit binatang. Tifa memiliki banyak jenis dan bentuk, di antaranya adalah Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, dan Tifa Bas.

Namun demikian, tahukah Anda bahwa dalam pembuatannya, tidak menggunakan lem untuk merekatkan beberapa bagian dari alat musik tersebut? Dalam tradisi pembuatan Tifa, masyarakat setempat menggunakan darah manusia, dimana darah tersebut berfungsi sebagai lem. Dengan menggunakan darah manusia tersebut, maka Tifa tersebut dipercaya oleh masyarakat setempat akan menjadi lebih kuat dan awet.

7. TRADISI FESTIVAL LEMBAH BALIEM 

Tradisi festival lembah Baliem Papua

Tradisi Festival Lembah Baliem merupakan salah satu tradisi adat papua yang unik dan juga populer hingga ke mancanegara. Tradisi festival lembah Baliem ini adalah  tradisi yang diadakan oleh suku-suku yang tinggal di sekitar wilayah lembah Baliem seperti suku Dani, suku Yali, dan suku Lani. Festival Lembah Baliem pada awalnya merupakan sebuah acara perang antar suku di wilayah lembah Baliem tersebut. Dan saat ini tradisi tersebut telah berubah makna sebagai lambang dari kesuburan dan kesejahteraan. Festival lembah Baliem ini telah diadakan secara turun temurun oleh masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya seringkali festival tersebut juga mendapatkan kunjungan dari wisatawan mancanegara.

Meskipun tradisi tersebut merupakan sebuah ajang adu kekuatan antar suku di wilayah tersebut, namun acara festival lembah Baliem ini tetap aman untuk dinikmati para wisatawan yang datang berkunjung kesana.  Bahkan sekarang ini, lembah Baliem telah menjadi salah satu destinasi wisata di Papua yang sangat populer. Selain tradisi yang melambangkan peperangan, dalam festival lembah Baliem ini juga di suguhi dengan berbagai macam jenis tarian tradisional masyarakat setempat.

Festival Lembah Baliem ini diselenggarakan pada setiap bulan Agustus. Berdasarkan catatan sejarah, Festival Lembah Baliem ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989 yang lalu dan masih terus dilaksanakan setiap tahunnya hingga sekarang. Festival Lembah Baliem ini diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut.

Itulah uraian tentang 7 Tradisi Adat Papua Yang Unik. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan olmu pengetahuan Anda. Silahkan membaca artikel menarik lainnya tentang tradisi dan budaya bangsa Indonesia di blog saya anekabudaya.xyz

Post a Comment for "7 Tradisi Adat Papua Yang Unik"