Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Pakaian Adat Lampung Yang Sarat Filosofi Makna


6  Pakaian Adat Lampung Yang Sarat Filosofi Dan Makna

Provinsi Lampung merupakan sebuah provinsi yang berada di ujung selatan pulau Sumatra. Provinsi Lampung di sebut juga dengan sebutan " Sang Bumi Ruwa Jurai " yang bermakna bumi Lampung dilambangkan sebagai rumah tangga agung yang didiami oleh dua jurai masyarakat adat, yaitu jurai adat Pepadun dan jurai adat Saibatin (dikutip dari lampungprov.go.id).

Provinsi Lampung sendiri terdiri dari 16 Kabupaten / Kota , dimana setiap daerah tersebut memiliki motto daerahnya masing - masing, yakni:

a. Kota Bandar lampung memiliki motto "Ragom Gawi" ( jika di artikan bermakna bergotong royong, bekerjasama, bersatu padu dalam menggerakkan roda pembangunan dengan hati yang tulus ikhlas dan pantang menyerah dalam bekerja dan pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan Negara.

b. Kota Metro memiliki motto " Bumi Sai Wawai" (Bermakna tanah yang indah). Dengan demikian maka masyarakat Kota Metro diharapkan berupaya secara terus menerus untuk menjadikan daerah Metro sebagai bumi yang bagus atau indah dan asri

c. Kabupaten Lampung Selatan memiliki motto " Ragom Mufakat " (Suka bermusyawarah untuk menuju mufakat). Adapun filosofi dari motto tersebut adalah kebersamaan dan musyawarah.

d. Kabupaten Lampung Barat memiliki motto " Beguwai Jejama " (Bekerja atau berbuat secara berbuat secara bersama-sama mewujudkan kepentingan masyarakat menuju kebaikan).

e. Kabupaten Lampung tengah memiliki motto " Beguwai Jejama Wawai " (bermakna identitas kebudayaan masyarakat Lampung Tengah yang terdiri dari sembilan marga).

f. Kabupaten Lampung Utara memiliki motto " Ragem Tunas Lampung " ( Motto tersebut memiliki dua arti, yang Pertama, masyarakat adat Lampung Utara menerima keanekaragaman/ perbedaan sebagai modal untuk kemajuan bersama. Dan yang Kedua, keramah tamahan yang dilandasi oleh niat baik untuk menjalin hubungan persaudaraan).

g. Kabupaten Pesawaran memiliki motto " Andan Jejama " ( bermakna memelihara atau menjaga dengan baik secara bersama-sama).

h. Kabupaten Pringsewu memiliki motto " Jejama Secancanan " (bermakna bersama-sama saling bergandengan tangan atau dengan kata lain bergotong royong, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing).

i. Kabupaten Tanggamus memiliki motto " Begawi Jejama " (bermakna bekerja secara bersama-sama. Motto tersebut menyimbolkan masyarakat Tanggamus yang mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan pekerjaan untuk mambangun daerahnya).

j. Kabupaten Pesisir Barat memiliki motto " Helauni Kikbakhong " (bermakna bagusnya jika bersama-sama. Dalam pengertian luas berarti, segala sesuatu akan lebih bagus jika dilakukan bersama-sama).

k. Kabupaten Way Kanan memiliki motto " Ramik Ragom " (bermakna banyak dan beragam. Motto tersebut menyimbolkan bahwa daerah Way Kanan adalah kumpulan masyarakat yang majemuk tetapi tetap memelihara persatuan dan kesatuan).

l. Kabupaten Tulang Bawang memiliki motto " Sai Bumi Nengah Nyappur " (Bermakna bahwa masyarakat daerah Tulang Bawang sangat terbuka, mudah beradaptasi terhadap lingkungan, serta ramah dalam pergaulan, merupakan perwujudan sikap kemampuan, keluhuran dan keyakinan, serta percaya diri yang penuh).

m. Kabupaten Mesuji memiliki motto " Ragab Begawe Caram " (Bermakna bahwa Mesuji memiliki semangat bekerja keras dan bergotong royong).

n. Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki motto " Ragem Sai Mangi Wawai " (Bermakna bahwa dalam meraih kesuksesan selalu berpedoman pada keputusan bersama).

o. Kabupaten Lampung Timur memiliki motto " Bumei Tuwah Bepadan " (Bermakna daerah yang selalu memberikan kemakmuran bagi masyarakat apabila segala keputusan diambil melalui cara musyawarah untuk mufakat).

Seperti halnya suku - suku yang lain yang ada di Indonesia, suku Lampung juga memiliki banyak keanekaragaman budaya, tradisi, adat istiadat serta pakaian adat yang menjadi ciri khas masyarakat suku Lampung.

Berikut Ini Adalah Pakaian Adat Tradisional Lampung, Sebagai Berikut:

1. Pakaian Adat Lampung Peminggir

Pakaian adat Lampung Peminggir

Pakaian adat Lampung Peminggir ini termasuk dalam kategori pakaian adat tradisional Lampung Saibatin yang berdomisili di barat provinsi Lampung seperti di wilayah Kota Agung dan sekitarnya. Pakaian adat Lampung Peminggir ini Didominasi oleh warna merah hati dan warna emas.

Dan berikut ini adalah detail tentang pakaian adat Lampung Peminggir tersebut, antara lain:
  • Aksesoris di bagian Kepala: Tukkus atau Tungkus untuk pria dan Sigokh lekuk pitu untuk wanita
  • Kain Selempang Jung Sarat atau Limakh
  • Layang Konci sebagai baju bebe penutup dada dan bahu
  • Memakai baju atau Kaway Kebayan Bakas (pria) dan Bebay (wanita) dengan motif Bintang atau Kumbang Tabukh.
  • Kalung Papan Jajar, Kekalah Bangkang 3 susun dan Sabik Gajah Minung
  • Gelang Kana
  • Pending Bebuduk sebagai ikat pinggang
  • Terapang atau Keris untuk Pria
  • Sinjang Buppak dan Celana Handak untuk pria dan Sinjang Buppak atau Kain Tapis Pesisir sebagai sarung wanita
  • Selop Betutup sebagai sandal atau sepatu

2. Pakaian Adat Lampung Pesisir Selatan Kalianda

Pakaian adat Lampung Maju Pesisir Kalianda

Pakaian adat Lampung Pesisir Selatan Kalianda juga termasuk dalam kategori pakaian adat Lampung Saibatin yang berdomisili di selatan provinsi Lampun, termasuk di wilayah Kalianda dan sekitarnya.

Pakaian adat tradisional Lampung pesisir Kalianda ini, warna mencerminkan Adok, yaitu gelar  yang disandang oleh orang yang mengenakannya.

Ada 4 warna yang berlaku, diantaranya:
  • Warna Putih sebagai warna milik Saibatin (adok: Sutan, Pengikhan, Dalom, Batin)
  • Warna Kuning sebagai warna milik Khaja
  • Warna Merah sebagai warna milik bangsawan beradok Khadin, Minak, Kimas, dan Mas
  • Warna Hitam sebagai warna milik Khakhayahan atau masyarakat biasa
Adok atau gelar itu sendiri sendiri ada aturan cara pemakaian selempangnya, yakni seperti di bawah ini:
  • Adok Sultan atau Sutan atau Suntan dan Pengikhan memakai selempang berwarna putih-putih di kanan dan kirinya
  • Adok Dalom memakai selempang berwarna putih di kanan dan Selempang berwarna kuning di kiri
  • Adok Batin memakai Selempang berwarna putih di kanan dan selempang Limakh di kiri
  • Adok Khaja memakai Selempang berwarna kuning di kanan dan Selempang Limakh di kiri
  • Adok Khadin, Minak, Kimas, dan Mas memakai Selempang Limakh dan Batik Kampung atau Cempaka atau Batik Kampung dan Kain Cempaka
  • Adok Khakhayahan memakai satu selempang saja di kanan dengan memakai Selempang Batik Kampung atau Batik Cempaka

3. Pakaian Adat Tradisional Lampung Melinting Pesisir

Pakaian adat Lampung Maju Melinting Pesisir

Pakaian adat Lampung Maju Melinting Pesisir memiliki detail antara lain:
  • Aksesoris kepala pria  mengenakan Kopiah Mas khas melinting lengkap dengan Seraja Bulan, Jukuk Pakken, dan Pandan Mas
  • Aksesoris kepala wanita mengenakan Siger Lekuk Pitu (7 lekuk) dengan aksen rumbai yang menjuntai lebar khas melinting
  • Selikkap Kikat akkinan sebagai penutup bahu pria
  • Selappai atau Selempang berwarna putih untuk penutup bahu wanita
  • Kalung Bangkang atau Buah Jukum atau Sabik Bebaturan
  • Kalung Papan Jajar
  • Gelang Kana atau Kano dan Merui
  • Bebitting atau sabuk
  • Punduk atau Terapang sebagai senjata pria
  • Kerimbung Andak yaitu kain berwarna putih yg dililitkan di bagian pinggang sampai paha
  • Kain Tumpal untuk pria
  • Kain Sinjang Bidak Tapis Celong/Tapis Cukkil
  • Selop Betutup

4. Pakaian Adat Lampung Pepadun Way Kanan

Pakaian adat Lampung Pepadun Way Kanan

Pakaian adat Lampung Pepadun Way Kanan adalah jenis pakaian adat tradisional Lampung yang secara umum digunakan oleh masyarakat Lampung Pepadun.

Pakaian adat Lampung Pepadun Way Kanan ini memiliki detail antara lain:
  • Pria memakai hiasan kepala yaitu Kopiah Mas
  • Wanita memakai Siger Lekuk Siwo (9) dengan hiasan Seraja Bulan dan Cempaka/Beringin serta penekan yg dililitkan di dahi
  • Subang Giwir untuk wanita
  • Memakai Jas Tutup atau Beskap atau Kemeja berwarna putih untuk pria
  • Baju Kurung Putih Brokat atau Sulam Usus dengan rumbai ringgit umumnya tanpa lengan untuk wanita
  • Selikkap Jung Sarat yang dibuat seperti huruf “V” untuk pria
  • Sesapur Handak yang dipasang di bagian depan dada hingga ke bawah dengan rumbai ringgit di bagian bawahnya
  • Baju Bebe Sulam Usus untuk menutupi bagian bahu dan dada wanita
  • Memakai Kalung Papan Jajar, Buah Jukum disilangkan, Sabik Inuh
  • Gelang Burung, Gelang Kano, Gelang Rui atau Duri, Gelang Pipih atau Bibit
  • Sabuk Bulu Seratti
  • Buah Manggus
  • Punduk atau Terapang yang merupakan senjata pria
  • Sarung Gantung Bidak Cukil atau Kain Betumpal untuk pria
  • Sarung Tapis Dewa Sana atau Jungsarat dengan rumbai ringgit untuk wanita
  • Selop Betutup

5. Pakaian Adat Maju Abung Buaynunyai

Pakaian adat Lampung maju Abung Buayunyai
image via [email protected]_sofyan_subing

Pakaian adat Lampung Maju Abang Buaynunyai adalah jenis pakaian adat Lampung Pepadun yang mayoritas berdomisili di Lampung Utara. Pakaian adat lampung ini masih sangat tradisional karena pada prianya tidak mengenakan baju dan wanita hanya menggunakan kemban saja.

Berikut ini adalah detai pakaian adat Lampung Buaynunyai, antara lain:
  • Untuk hiasan kepala pria menggunakan Kopiah Emas
  • Hiasan Kepala Wanita menggunakan Siger Suhun Lekuk Siwo (9) dengan hiasan bunga cempaka, Seraja Bulan, Penekan, dan hiasan gantung Bulan Taji, Sanggul Belatung Tebak, Subang Giwir, dan Hiasan Bunga Melur (sejenis melati)
  • Pria memakai Selikkap Jungsarat sebagai penutup bahu
  • Wanita memakai Sesapur Tumpal sebagai kemban, Bebe Putih Sulam Usus sebagai penutup bahu dan dada
  • Menggunakan Selempang Jungsarat atau Sembagi yang dilapisi dengan Selempang Handak (Putih) di bahu kanan, dan Selempang Jungsarat atau Cindai dilapisi dengan Selempang Sembagi di bahu kiri lalu disilangkan
  • Asesoris Kalung Buah Jukum disilangkan, Kalung Papan Jajar, Kalung Sabik Inuh, Kalung Sabik Bebuluh,
  • Gelang Burung, Gelang Kano, Gelang Rui, Gelang Pipih atau Bibit atau Caro mekah
  • Buah Manggus sebagai gantungan di tangan
  • Sabuk Bulu Seratti
  • Sabuk Handak untuk pria biasanya dililitkan di Punduk atau Terapang
  • Punduk atau Terapang sebagai senjata pria
  • Celana dan Sarung Sinjang Tumpal dilapisi Kain Bidak Cukil untuk pria
  • Sarung Sinjang Tapis Jungsarat berumbai ringgit untuk wanita
  • Selop bertutup

6. Pakaian Adat Pepadun Sungkai

image via adrianstory.com

Pakaian Adat Lampung Pepadun Sungkai adalah pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat Lampung Pepadun yang memiliki Marga Sungkai Bunga Mayang.

Adapun detail dari pakaian adat Lampung Pepadun Sungkai ini, antara lain: 
  • Hiasan kepala pria menggunakan Kopiah Emas
  • Hiasan kepala wanita mengenakan Penekan, Siger Suhun, Seraja Bulan, Hiasan Cempaka atau Beringin dan Hiasan Bulang Taji, menggunakan Sanggul Belatung Tebak dan hiasan Bunga Melur sejenis bunga melati
  • Pakaian pria menggunakan beskap atau kemeja berwarna putih
  • Pakaian wanita mengenakan kebaya atau baju kurung berwarna putih
  • Pria menggunakan satu selempang Jungsarat sebelah kanan saja
  • Wanita menggunakan dua buah selempang yaitu Selempang Handak atau selempang putih di bagian kanan dan Selempang Jungsarat di bagian kiri serta menggunakan Baju Bebe Sulam Usus untuk menutup bahu dan dada
  • Mengenakan kalung Buah Jukum disilangkan, kalung Papan Jajar, kalung Sabik Inuh, kalung Sabik Buluh
  • Mengenakan Gelang Burung Gelang Kano, Gelang Ruwi dan Gelang Pipih
  • Mengenakan ikat pinggang Bulu Seratti
  • Mengenakan senjata keris atau Punduk atau Tekhapang untuk pria
  • Memakai celana berwarna putih dan sarung gantung Kain Tumpal untuk pria
  • Mengenakan sarung Tapis Jungsarat atau Dewa Sano berumbai Ringgit untuk wanita
  • Memakai Selop Betutup

Itulah uraian artikel mengenai 6 Jenis Pakaian Adat Lampung Yang Penuh Makna. Semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan Anda semua.

Post a Comment for "6 Pakaian Adat Lampung Yang Sarat Filosofi Makna"