Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konsep dan Definisi Masyarakat

Konsep dan Definisi Masyarakat

Jika kita berbicara tentang masyarakat maka kita akan berbicara juga mengenai kebudayaan suatu daerah. Karena bagaimanapun juga sebuah komunitas manusia yang membuat sebuah kelompok masyarakat pasti berkreatifitas yang merupakan hasil dari hubungan antar individu dan kemudian menghasilkan sebuah kebudayaan.

Dalam artikel ini akan diulas berkenaan dengan konsep dan definisi masyarakat. Dari definisi itu akan terjawab mengenai siapa kita sebetulnya. Sebuah kelompok masyarakat akan membuat personalitas dan karakter kita.

Bila kita mengacu kepada pendapat dari ahli Sosiologi Selo Sudarman, beliau menjelaskan jika masyarakat adalah kelompok manusia yang menempati lingkungan tertentu dan menghasilkan kebudayaan.

Dari pemahaman itu bisa ditarik kesimpulan jika hubungan (interaksi) antar pribadi akan membuat sebuah kreatifitas, sepasif apapun interaksi itu. Oleh karena itu maka kemudian kebudayaan di setiap lingkungan akan berbeda dengan kebudayaan di lingkungan yang lain.

Contoh kecil, coba bandingkan sikap masyarakat desa dengan masyarakat kota. Di situ akan kelihatan dengan sangat jelas jika karakter dan sikap seseorang akan tercipta oleh kebudayaan setempat dimana dia tinggal. Karena itu jati diri seseorang bisa kita lihat dari kelompok masyarakat di mana dia berada.

Karl Marx seorang intelektual yang menempatkan beberapa dasar paham kapitalis memiliki pendapat jika masyarakat sebagai susunan yang menanggung derita satu kemelut organisasi atau perubahan karena ada pertentangan antara kelompok-kelompok yang terdiri secara ekonomi.

Mengarah dari pemahaman itu bisa ditarik kesimpulan jika hubungan antar individu pada suatu kelompok manusia itu menghasilkan apa yang disebutkan dengan ekonomi atau hubungan jual-beli yang pasti akan menghasilkan keuntungan. 

Oleh karena itu dalam suatu masyarakat akan terikat sebuah permasalahan antara kelompok atau antara pribadi untuk sama-sama meningkatkan diri secara ekonomi.

Karena dimana saja masyarakat itu tinggal, orang yang terkaya atau secara ekonomi mapan yang akan memonopoli kondisi tersebut. Menurut paham kapitalis yang digagas Karl Marx, barang siapa yang memiliki modal maka dia yang akan menggenggam kendali ekonomi dalam sebuah masyarakat.

Emile Durkheim memiliki pendapat jika masyarakat sebagai suatu realita objektif pribadi-pribadi yang disebut anggotanya. Kemungkinan definisi ini lebih simpel untuk dipahami karena tiap kelompok manusia disebut masyarakat karena didalamnya sudah tentu terikat hubungan, baik sosial, ekonomi, budaya, dan lain-lain.

Paul B. Horton mendeskripsikan masyarakat sebagai berikut, masyarakat sebagai kelompok manusia yang relatif berdikari, hidup bersama dalam waktu yang lumayan lama, tinggal pada sebuah daerah tertentu, memiliki kebudayaan sama dan mellakukan mayoritas aktivitas dalam kelompok manusia itu.

Dalam kemandirian tiap individu itu beberapa orang dapat bertahan lama dalam sebuah lingkungan tertentu karena manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan orang saat menjalankan hidupnya, tetapi untuk permasalahan kekuatan bertahan hidup dalam sebuah lingkungan yang diperlukan adalah kemandirian individu.

Bila kita dapat hidup berdikari dalam sebuah lingkungan masyarakat maka kita akan terbawa pada kehidupan yang serba merepotkan baik dalam diri sendiri atau merepotkan seseorang.

Soerjono Soekanto membagikan definisi terciptanya sebuah masyarakat menjadi beberapa elemen. Pertama, sebuah kelompok manusia yang disebut masyarakat, minimum beranggotakan 2 orang. Kedua, setiap anggota yang berkaitan memiliki kesadaran jika dia sisi dari satu kesatuan sebuah kelompok.

Ketiga, mereka lakukan hubungan dalam waktu lama yang menghasilkan manusia baru dan membuat beberapa aturan yang diterapkan pada tiap pribadi dalam merajut hubungan antar anggota masyarakat.

Keempat, mereka membuat hidup bersama yang memunculkan kebudayaan dan keterikatan dan keterkaitan di antara pribadi yang satu dengan pribadi lainnya.

Sebuah komunitas masyarakat yang bagus minimal memiliki empat ciri-ciri khusus, yakni:

  • Memiliki mekanisme perlakuan utama
  • Memiliki rasa setia pada mekanisme yang mereka setujui bersama
  • Sanggup bertahan hidup lama dalam merajut jalinan dengan pribadi yang lain
  • Melakukan penggantian dengan sama-sama anggotanya atau melakukan reproduksi

Demikianlah ulasan artikel tentang Konsep dan Definisi Masyarakat. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.

Post a Comment for " Konsep dan Definisi Masyarakat"