Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makna Kata Mutiara Jawa Kuno

Makna Kata Mutiara Jawa Kuno

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kata mutiara Jawa Kuno beserta pembahasan artinya dari kata-kata mutiara tersebut. Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan yang sangat unik sesuai dengan ciri khasnya masing-masing.

Salah satu kebudayaan yang masih cukup kental di Indonesia adalah kebudayaan Jawa. Jawa memiliki keunikan tersendiri mulai dari adat, kebiasaan, hingga bahasanya.

Keunikan-keunikan tersebut telah ada sejak zaman nenek moyang terdahulu dan masih bisa dirasakan hingga sekarang. Salah satunya adalah pepatah-pepatah yang diberikan oleh nenek moyang terdahulu.

Contoh Pepatah Jawa Kuno

Makna Kata Mutiara Jawa Kuno

Pepatah memiliki arti tersendiri yang tentunya diperuntukkan untuk kebaikan semua orang. Berikut ini adalah beberapa contohnya, antara lain:

1. Memayu hayuning bawono, ambrasto dhur angkoro

Arti dari kata mutiara tersebut adalah manusia hidup di dunia harus mengusahakan kebahagiaan dan memberantas sifat-sifat angkara murka. Agama apa pun mengajarkan kepada manusia untuk selalu berbuat baik.

Manusia pun harus berusaha untuk mencapai kebahagiaan serta menghilangkan sifat-sifat tercela seperti pemarah, serakah dan tamak. Manusia tidak boleh menerima nasib begitu saja.

Tanpa mau berusaha untuk mengubahnya, karena nasib dapat berubah jika manusia itu mau mengubahnya sendiri. Menjauhi sifat-sifat tercela akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri pada diri manusia.

2. Urip iku urup

Artinya, hidup itu hidup atau menyala. Maksud dari pernyataan tersebut, yaitu bahwa hidup haruslah bermanfaat untuk orang lain agar hidup terasa nyata.

Harus ada sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain. Atau dalam arti lain yaitu terus menolong orang lain. Karena manusia adalah makhluk yang tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Manusia selalu membutuhkan orang lain. Jadi, bagi manusia yang mampu, hendaknya memberikan manfaat yang besar bagi orang-orang di sekitarnya.

3. Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan

Artinya, jangan sakit hati jika tertimpa musibah, jangan sedih ketika kehilangan. Tuhan telah mengatur kehidupan manusia dan roda kehidupan itu selalu berputar. Kadang di atas, namun kadang kala di bawah.

Jika suatu musibah menimpa diri seseorang. Janganlah merasa sedih karena musibah yang diberikan tersebut merupakan ujian kehidupan untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Selain itu, ketika terjadi kehilangan terhadap apa pun itu, janganlah bersedih hati. Karena sesuatu yang hilang tersebut akan digantikan dengan yang lebih baik. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui dan akan memberikan yang terbaik untuk umatnya.

4. Ojo keminter mundak keblinger, ojo cidra mundak ciloko

Artinya, jangan merasa paling pintar jika tak ingin salah arah, jangan berbuat curang jika tak ingin celaka. Kata mutiara tersebut mengingatkan manusia bahwa jangan merasa diri paling pintar, paling hebat, dan paling segalanya.

Karena di atas langit masih ada langit dan manusia akan menjadi sombong hingga salah arah. Dan jika tidak ingin celaka, maka janganlah berbuat curang. Karena curang merupakan suatu kebohongan yang dapat mencelakakan manusia hingga ke jurang yang paling dalam.

5. Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bondho

Artinya, yaitu berjuang tanpa perlu beramai-ramai, menang tanpa mempermalukan, kuat tanpa kekuasaan, kaya tanpa benda. Dalam kata mutiara ini, ada 4 hal yang diingatkan kepada kita semua.

Yaitu, untuk berjuang tanpa harus menunggu yang lain dan beramai-ramai. Berjuanglah dengan gagah meski yang lain tak mau ikut.

Jika ingin menjadi seorang pemenang, janganlah menang dengan mulut besar atau banyak omong saja. Bahkan mempermalukan dan menjatuhkan lawan. Kemudian pesan yang ketiga adalah memiliki kekuatan tanpa perlu adanya kekuasaan dari pihak manapun.

Dan yang terakhir adalah kaya tanpa harus memperlihatkan harta benda. Kaya bukan hanya pada harta benda, namun juga kaya hati yang jauh lebih luar biasa dibandingkan kaya karena harta.

6. Ojo ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman

Artinya, janganlah terobsesi oleh keinginan untuk kedudukan, kekayaan, dan kepuasan duniawi. Kata mutiara ini mengingatkan kepada manusia untuk tidak terlalu terobsesi dengan urusan duniawi saja.

Karena sesungguhnya, ada yang lebih penting dari urusan duniawi. Yaitu, kehidupan yang kekal abadi atau kehidupan akhirat.

Manusia memang diperbolehkan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia termasuk kedudukan, kekayaan, dan lain-lain. Namun, keinginan akan hal-hal tersebut jangan sampai membuat manusia menjadi takabur dan lupa diri hingga melupakan penciptanya dan larangan-larangannya.

7. Ngelmu iku kalakone kanthi laku

Arti dari kata mutiara ini adalah bahwa bila ingin pandai harus belajar. Hal ini dimaksudkan bahwa untuk memperoleh sesuatu harus melakukan pengorbanan terlebih dahulu.

Seperti dalam hal ini, yaitu untuk menjadi pandai, maka seseorang harus belajar. Pengorbanan ini bisa dilakukan untuk banyak hal lainnya.

8. Aja ngugu karepe dhewe

Artinya, jangan berbuat semaunya sendiri. Kata mutiara ini mengingatkan kita semua bahwa hidup itu memiliki aturan dan aturan itu harus dijalani. Sehingga tidak berbuat semaunya sendiri.

Biar bagaimanapun, seseorang harus tetap mengikuti aturan hidup yang berlaku. Tentunya, agar diterima oleh masyarakat dan dianggap baik.

9. Mikul dhuwur mendem jero

Artinya, memikul tinggi, mengubur dalam. Maksud dari kata mutiara ini, yaitu apabila seseorang menjunjung tinggi suatu kebaikan, maka akan mengharumkan namanya sendiri.

Namun sebaliknya, jika seseorang tersebut banyak berbuat keburukan. Maka dengan sendirinya akan menciptakan kesan yang tidak baik terhadap dirinya dan merusak citranya pada masyarakat.

10. Ojo milik barang kang elok, aja mangro mundak kendo

Artinya jangan tergiur dengan barang-barang mewah, jangan berpikir mendua agar tidak patah semangat. Ada 2 pesan yang diingatkan dalam kata mutiara ini, yang pertama adalah jangan tergiur dengan barang-barang mewah.

Setiap orang pasti tergiur dengan barang-barang mewah. Namun kita harus mampu mengontrol diri dan melihat semuanya sesuai dengan kemampuan diri sendiri.

Jika diri ini mampu, tidak salah untuk mendapatkan barang-barang mewah tersebut. Namun, manfaatnya juga harus dilihat. Karena kemampuan untuk memiliki barang mewah lebih baik diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Pesan yang kedua adalah jangan mendua agar tidak patah semangat. Artinya, kita harus tetap pada satu tujuan dan tidak perlu memikirkan tujuan lain yang belum jelas karena akan menyebabkan lunturnya semangat untuk mendapatkan tujuan tadi.

Demikianlah pembahasan mengenai arti kata dari beberapa kata mutiara Jawa Kuno. Sebenarnya masih banyak kata-kata mutiara lainnya yang tidak bisa dibahas semuanya di sini.

Sampai saat ini, kita mungkin masih sering mendengar kata-kata tadi diucapkan. Hal ini wajar, mengingat kebudayaan Jawa di Indonesia yang masih sangat kental.

Dan memang, kata-kata tersebut memiliki makna yang sangat dalam dan sangat indah. Hingga mampu dijadikan nasihat dan semangat untuk generasi saat ini.

Generasi sekarang memang tidak banyak yang memiliki semangat tinggi dengan mengingat nasihat-nasihat seperti pepatah-pepatah Jawa tersebut. Namun paling tidak, hal ini bisa sedikit membantu guna kemajuan generasi sekarang dan yang akan datang.

Kebudayaan seperti ini pun harus terus dikembangkan guna kebaikan bersama. Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk Anda.

Post a Comment for "Makna Kata Mutiara Jawa Kuno"