Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rumah Adat Suku Asmat yang Penuh Filosofi

Meskipun terlihat primitif karena bentuknya yang simpel (sederhana), tetapi rupanya Suku Asmat adalah suku yang menggenggam kuat filosofi hidup dan nilai-nilai kesopanan. Hal tersebut termasuk juga dalam langkah mereka membuat rumah adat Suku Asmat.

Rumah Adat Jew

Rumah adat Suku Asmat yang dikenal bernama Jew, adalah rumah yang khusus ditujukan untuk penerapan semua aktivitas yang sifatnya adat. 

Misalkan untuk rapat adat, melakukan tugas membuat noken (tas tradisionil Suku Asmat), memahat kayu, dan rumah beberapa lajang. Oleh karenanya, rumah Jew dikatakan sebagai Rumah Lajang.

Rumah ini unik karena dibuat benar-benar panjang, bahkan hingga mencapai 50 meter. Karena warga Asmat kuno belum mengenal paku, maka pembuatan rumah Jew hingga saat ini tidak memakai paku.

Mereka memakai beragam bahan alamiah seperti tali rotan sebagai pengikat ikatan kayu, kayu besi sebagai tiang rumah, dan atapnya dipakai daun nipah atau daun sagu yang diatur rapi. Dinding rumah Jew dibuat dari kayu dan beberapa membuat dari anyaman daun sagu.

Rumah Tysem

Ada lagi satu rumah adat Suku Asmat yakni, Tysem. Rumah ini juga bisa dikatakan sebagai rumah keluarga, karena yang menempati adalah mereka yang sudah memiliki keluarga. Umumnya, ada 2 sampai 3 pasang keluarga yang menempati Tysem.

Ukuran lebih kecil daripada rumah Jew. Letak rumah Tysem umumnya di sekitar rumah Jew. Sebuah rumah Jew bisa dikitari oleh sekitaran 15 sampai 20 rumah Tysem.

Bahan membuat rumah Tysem hampir serupa dengan bahan pembuatan rumah Jew. Semua berbahan alami yang ada di hutan sekitar lokasi Suku Asmat berada.

Keyakinan Pada Arwah Nenek moyang

ukiran-suku-asmat

Suku Asmat berlatarbelakang sebagai pengikut animisme, sama dengan beragam suku tradisionil di seluruh penjuru dunia. 

Karena itu, keyakinan pada hal gaib berbentuk arwah nenek moyang yang menjaga mereka masih tetap ada.

Keyakinan mereka itu dituangkan dalam ketrampilan membuat ukir-pahatan kayu tanpa sketsa. 

Mereka yakin, arwah nenek moyang akan menuntun mereka untuk menuntaskan patung ukir-pahatan yang mereka buat itu. 

Nama patung ukir-pahatan yang bercerita mengenai roh beberapa nenek moyang mereka disebut Mbis.

Mbis banyak ditemui di rumah adat Suku Asmat khususnya Jew. Dipercayai arwah nenek moyang akan ikut menjaga rumah yang mereka bangun karena ada Mbis di dalamnya.

Post a Comment for " Rumah Adat Suku Asmat yang Penuh Filosofi"