Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung


11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung

Jika kita berbicara tentang alat musik tradisional yang ada di Indonesia maka kita tidak bisa melepaskan keberadaan alat musik tradisional khas suku Sunda di Jawa Barat. Ada berbagai macam jenis alat musik tradisional yang menjadi ciri khas suku Sunda, antara lain Angklung, Arumba, Calung, Celempung, Degung, Jentreng, Kacapi, Karinding, Tarawangsa, Rebab, Suling dan sebagainya.

Berikut ini aneka budaya akan mengulas berbagai macam jenis alat musik tradisional tersebut, silahkan simak uraian berikut ini :

1. ANGKLUNG

11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung

Angklung adalah alat musik tradisonal suku Sunda yang sudah sangat familier dan terkenal bukan hanya di Indonesia akan tetapi sudah di kenal bahkan di dunia Internasional. Badan dunia PBB yang mengurusi tentang kebudayaan telah mengakui bahwa Angklung adalah salah satu warisan kebudayaan dunia. Oleh karena itu maka keberadaan Angklung ini harus terus di jaga agar tetap terjaga keberadaannya.

2. ARUMBA

11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung
image : kompasiana.com

Arumba adalah jenis ensemble musik dari berbagai alat musik yang terbuat dari bahan bambu. Arumba lahir sekitar tahun 1960-an di Jawa Barat Indonesia, saat ini menjadi alat musik khas Jawa Barat. Keberadaan Arumba bermula ketika pada tahun 1964, Yoes Roesadi dan kawan-kawan membentuk sebuah grup musik yang secara khusus menambahkan angklung pada jajaran ensemble-nya. Ketika itu mereka mendapatkan ide untuk menamakan mereka sebagai grup Arumba yakni singkatan dari Alunan Rumpun Bambu.

Secara singkat susunan Alat Musik yang masuk dalam Arumba antara lain :
  • Angklung solo yaitu satu set angklung (biasanya terdiri dari 31 buah) yang tergantung pada palang. 
  • Gambang Melodi yaitu gambang yang membunyikan melodi lagu (saling mengisi suara dengan angklung), dimainkan oleh satu orang dengan dua pemukul.
  • Gambang pengiring yaitu gambang yang bertugas menghasilkan suara akord. Gambang ini dimainkan oleh seorang pemain dengan 4 pemukul.
  • Bass lodong yakni terdiri atas beberapa tabung bambu besar yang dipukul untuk memberi nuansa nada rendah.
  • Gendang yakni alat musik pukul yang digunakan sebagai pembawa irama.

3. CALUNG

Calung merupakan alat musik tradisional suku Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, maka cara memainkan Calung adalah dengan cara memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). 

Jenis bambu untuk membuat alat musik calung ini kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).

Ada dua bentuk alat musik Calung yang dikenal, yakni Calung rantay dan Calung jinjing.

Calung Rantay 

Calung rantay bilah tabungnya dideretkan dengan tali kulit waru (lulub) dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil, jumlahnya ada 7 wilahan (7 ruas bambu) atau lebih. Komposisi alatnya ada yang satu deretan dan ada juga yang dua deretan (calung indung dan calung anak atau calung rincik). Cara memainkan calung rantay adalah dengan cara dipukul dengan dua tangan sambil duduk bersilah, biasanya calung tersebut diikat di pohon atau bilik rumah (calung rantay Banjaran-Bandung), ada juga yang dibuat ancak "dudukan" khusus dari bambu ataupun kayu, misalnya calung tarawangsa di Cibalong dan Cipatujah, Tasikmalaya, calung rantay di Banjaran dan Kanekes atau Baduy.

Calung Jinjing

Calung jinjing berbentuk deretan bambu bernada yang disatukan dengan sebilah kecil bambu (paniir). Calung jinjing terdiri atas empat atau lima buah, seperti calung kingking (terdiri dari 12 tabung bambu), calung panepas (5 /3 dan 2 tabung bambu), calung jongjrong(5 /3 dan 2 tabung bambu), dan calung gonggong (2 tabung bambu). Cara memainkan Calung Jinjing adalah dengan cara dipukul dengan tangan kanan memakai pemukul, dan tangan kiri menjinjing atau memegang alat musik tersebut. Sedangkan teknik menabuhnya antar lain dimelodi, dikeleter, dikemprang, dikempyung, diraeh, dirincik, dirangkep (diracek), salancar, kotrek, dan solorok.

4. CELEMPUNG

Celempung adalah istrumen musik tradisional pukul yang terbuat dari bambu, dan dimainkan dengan cara dipukul oleh alat bantu pemukul. Waditra ini berperan seperti kendang (gendang), yaitu sebagai pengatur irama lagu. Bentuk penyajian waditra 'Celempung' dinamakan 'Celempungan'. Dalam sebuah pertunjukan Celempung biasanya dilengkapi dengan waditra kacapi, rebab atau suling dan sebuah goong buyung.

Celempungan merupakan alat bunyi yang diadopsi dari 'Icikibung', yaitu bunyi sebuah permainan tradisional berupa pukulan telapak tangan dan gerak sikut diatas permukaan air, sehingga menimbulkan bunyi-bunyi yang khas. Permainan tersebut biasanya dimainkan oleh para wanita (gadis) yang sedang mandi di sungai.

Bagian-bagian dari alat musik tradisional Celempung, antara lain :
  • Sirah yakni penutup pinggir sebelah kiri
  • Pongpok yakni penutup sebelah kanan, dua utas sembilu berfungsi sebagai senar
  • Talingkup yakni penghubung kedua utas sembilu
  • Nawa berfungsi sebagai lubang suara
  • Baham berfungsi sebagai tempat pengolah suara.

5. DEGUNG

Degung pada dasarnya adalah sekumpulan alat musik yang dimainkan oleh masyarakat suku Sunda.
Terdapat  dua buah pengertian tentang istilah degung, yaitu  degung sebagai nama perangkat gamelan
dan degung sebagai nama laras bagian dari laras salendro ( menurut teori Raden Machjar Angga Koesoemadinata).

Degung sebagai sebuah unit gamelan dan degung sebagai laras memang sangat lain dan berbeda. Menurut teori Raden Machjar Angga Koesoemadinata  tersebut, laras degung terdiri dari degung dwiswara (tumbuk: (mi) 2 – (la) 5) dan degung triswara: 1 (da), 3 (na), dan 4 (ti).

6. JENTRENG

Jentreng adalah jenis alat musik seperti halnya kecapi dengan jumlah dawai sebanyak tujuh buah. Ukuran dari alat musik Jentreng ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kacapi pada umumnya. Jentreng terbuat dari bahan kayu kembang (kenanga) atau kayu nangka. Teknik memainkannya adalah dengan cara dipetik dan di-toel (disentuh) dengan jari kiri-kanan. Telunjuk, jari tengah, dan ibu jari tangan kanan untuk memetik nada-nada tinggi, sedangkan telunjuk tangan sebelah  kiri di gunakan untuk menyentuh nada-nada rendah (bagian atas dari instrumen).

7. KECAPI

11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung

Kacapi (kecapi) termasuk jenis alat musik yang memainkannya dengan cara di petik. Dalam istilah musik suku Sunda, tekhnik dasar petikan kacapi dikenal mempunyai cara khas yaitu ditoel, disintreuk, dan digemyang (diranggeum)

Kacapi merupakan alat musik tradisional suku Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang - tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kacapi suling. Kata kacapi dalam bahasa Sunda juga merujuk kepada tanaman sentul (Sentul merupakan sebuah nama dalam bahasa Sunda untuk tumbuhan dan buah kecapi), yang dipercaya bahwa kayunya digunakan untuk membuat alat musik kacapi.


8. KARINDING

11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung

Karinding adalah salah satu alat musik getar (mouth harp) tradisional suku Sunda yang terbuat dari bahan dasar bambu atau kayu.

Cara Memainkan alat musik Karinding yaitu Karinding disimpan di bibir, terus tepuk bagian pemukulnya biar tercipta resonansi suara. Karinding biasanya dimainkan secara solo atau grup (terdiri dari 2 sampai dengan 5 orang). Salah seorang diantaranya disebut sebagai pengatur nada atau pengatur ritem. Di daerah Ciawi, Karinding dulu dimainkan bersamaan dengan  takokak (sebuah alat musik yang bentuknya mirip daun).

Secara konvensional nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada 4 jenis, yaitu  tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan (menurut pendapat dari Abah Olot)

9. TARAWANGSA

11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung

Tarawangsa adalah nama salah satu jenis kesenian rakyat yang ada di Jawa Barat. Istilah "Tarawangsa" sendiri memiliki dua pengertian yaitu sebagai alat musik gesek yang memiliki dua dawai yang terbuat dari kawat baja atau besi dan  sebuah nama dari salah satu jenis musik tradisional Sunda.

Tarawangsa memiliki masa yang lebih tua keberadaannya jika di bandingkan dengan rebab. Naskah kuno Sewaka Darma dari awal abad ke-18 telah menyebut nama tarawangsa sebagai nama alat musik.  Sedangkan alat musik Rebab baru muncul di tanah Jawa setelah zaman Islam, yakni sekitar abad ke 15 atau ke 16. Rebab adalah merupakan alat musik yang diadaptasi dari alat gesek bangsa Arab yang dibawa oleh para penyebar Islam dari tanah Arab dan India. Setelah kemunculan rebab, tarawangsa biasa pula disebut dengan nama rebab jangkung (rebab tinggi), karena ukuran tarawangsa umumnya lebih tinggi daripada rebab pada umumnya.

10. REBAB

Rebab merupakan salah satu jenis alat musik gesek, karena bunyi yang dihasilkan oleh alat musik ini bersumber dari kawat yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik atau Waditra ini hampir sama dengan Tarawangsa, bedanya adalah pada bentuk dan cara memakainya.

Menurut sejarah, Rebab berasal dari kata Rabab (bahasa Persia) yang berarti sedih. Pengertian seperti ini sesuai dengan jenis lagu-lagu pada rebab itu sendiri, yang sering di pakai untuk membawakan lagu-lagu "ngalengis ", yaitu lagu-lagu yang sangat menyayat hati (sedih). Diantara  alat musik suku Sunda, Rebab merupakan alat musik yang paling tepat untuk menghantarkan lagu-lagu yang bersuansana sedih.

Rebab biasa disebut juga nama Lengek. Lengek sendiri adalah alat gesek atau keset. Orang yang sedang memainkan alat musik Rebab biasa disebut "ngalengek". Jadi ngalenggek sama dengan ngarebab atau merebab.

Alat musik Rebab dibuat dari bahan utama kayu, kawat dan kulit, dengan bahan tambahan kain serta pelitur dan biasanya kayu yang di gunakan adalah  kayu jeruk. Bagian - bagian lain dari rebab seperti wangkis terbuat dari bahan kayu nangka, Tumpang sari dari bahan Kayu jati, dari bulu ekor kuda putih, Dampit dari bahan karet atau benda yang empuk dan sisir dari bahan tanduk atau tulang binatang.

11. SULING 

11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung

Suling adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik sehingga tercipta sebuah harmonisasi yang indah dan enak di dengarkan.

Suku Sunda mengenal beberapa macam jenis Suling, mulai Suling yang memiliki lubang enam, empat,lima dan Suling gaya baru yaitu Suling lubang delapan dan lubang tujuh, Jenis Suling yang terakhir ini merupakan pengembangan dari Suling lubang enam. Secara umum alat musik Suling suku Sunda hanya terdiri dari tiga macam yaitu: Suling lubang enam, lima dan empat, jenis dan fungsinya secara umum dapat kita bedakan secara singkat seperti dibawah Ini :

Sling lubang enam di pakai untuk mengiringi lagu , tembang atau kawih namun lebih banyak atau dominan pada tembang. Fungsinya adalah sebagai nada dasar Sinden ketika menyanyi, membawakan melodi dan melilit  melodi. Laras yang di gunakan adalah laras pelog, pelog degung, mahenda, Salendro.

Suling lubang lima di gunakan pada jenis kesenian Tarawangsa yakni kesenian tradisional Sunda yang mengandung unsur magis dan mistis di daerah Sumedang, Tasikmalaya dan Cibalong.

Suling lubang empat di bagi menjadi Suling laras degung, laras salendro, laras nyorog, mahendra, sorog. Suling lubang empat ini lebih banyak di mainkan sebagai instrumentalia saja dan tidak di gunakan untuk mengiringi sebuah lagu atau tembang.

Demikianlah artikel tentang 11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta pengetahuan Anda.


referensi : semuatentangprovinsi.blogspot.com

Post a Comment for "11 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Barat-Salah Satunya Angklung Dan Calung"