Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang


Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang
image : flickr.com

Indonesia adalah satu - satunya negara di dunia yang memiliki begitu banyak keanekaragam kebudayaan dan kesenian tradisional. Maka dalam setiap even yang di selenggarakan oleh UNESCO Indonesia selalu di undang untuk berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilannya. Bahkan dalam lomba - lomba yang bersifat internasional kesenian tradisional Indonesia selalu menjadi langganan juara. Hal tersebut membut penasaran bangsa lain dan ingin secara langsung bagaimana sebenarnya eksistensi kebudayaan dan kesenian tradisional tersebut di Indonesia.

Salah satu suku di Indonesia yang memiliki begitu banyak kesenian tradisional adalah suku Sunda. Suku yang berasal dari provinsi Jawa Barat ini memiliki keanekaragaman kebudayaan tradisional yang masih eksis dan tetap lestari sampai sekarang.

Dengan kata lain, kesenian Sunda masih menjadi salah satu kesenian tradisional Bangsa Indonesia yang cukup populer hingga saat ini, di samping kesenian tradisional dari suku - suku yang lain seperti suku Jawa, Batak, Minang, Bugis, Betawi dan suku - suku yang lainnya. 

Berikut ini Aneka Budaya akan membagikan beberapa kesenian tradisonal suku Sunda yang tetap eksis sampai dengan sekarang, antara lain :

1. WAYANG GOLEK


Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang
image : flickr.com

Wayang Golek merupakan sebuah kesenian tradisional yang secara kasat mata sebenarnya hampir sama dengan kesenian Wayang Kulit di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perbedaan yang paling mendasar di antara keduanya adalah dari sisi bentuk wayang itu sendiri dan juga dari sisi bahasa yang di gunakan oleh dalangnya. Jika pada wayang kulit bentuk wayangnya adalah pipih sementara untuk wayang golek mempunyai bentuk wayang yang menyerupai boneka.

Dari sisi cerita, wayang golek banyak menampilkan dan membawakan alur cerita tentang sejarah. Di antara cerita - cerita yang di sajikan hampir sama dengan cerita - cerita yang di bawakan dalam pagelaran wayang kulit.

Sebagai musik pengiring pagelaran wayang golek adalah gamelan tradisional suku Sunda yang di sebut dengan nama Degung.

2. SENI TARI JAIPONGAN

Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang

Seni tari Jaipongan merupakan salah satu tari tradisional asli suku Sunda di provinsi Jawa Barat. Menurut sejarah, asal usul seni tari Jaipongan bermula ketika pada tahun 1976 seorang seniman suku Sunda yang sangat kreatif yaitu H. Suanda dari Karawang menciptakan sebuah tarian yang kemudian di kenal dengan nama tari Jaipong. 

Ada pun tari Jaipong ini sebenarnya merupakan kombinasi dari berbagai macam kesenian tradisional lain seperti misalnya pencak silat, topeng banjet, ketuk tilu, wayang golek dan lainnya yang di lebur menjadi satu dalam bentuk sebuah tarian.


Tari Jaipongan suku Sunda ini diiringi oleh musik dan nyanyian tradisional Sunda degung, ketuk, rebab, gendang, kecrek, sinden, dan gong.

Tari Jaipong biasanya di mainkan oleh penari seorang diri, atau bisa juga di mainkan secara berkelompok dengan beberapa orang penari.

3. DEGUNG

Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang
image : flickr.com

Degung merupakan musik tradisional asli suku Sunda yang ada di Jawa Barat. Degung biasanya di mainkan ketika ada pesta perkawinan sebagai musik pengiring ataupun pengantar.

Gamelan Sunda (Degung) ini merupakan gabungan dari beberapa alat musik tradisional yang lain seperti gong, kendang, saron, kempul, suling, kecapi , rebab dan sebagainya. semua alat musik tersebut di mainkan bersama - sama sehingga menciptakan sebuah harmoni musik yang sangat indah untuk di nikmati.

Adalah seorang seniman Belanda yang bernama H.J Oosting sebagai orang pertama yang memperkenalkan alat musik ini yakni pada tahun 1879. Kata Degung sendiri berasal dari bahasa Belanda yakni "De Gong" yang mempunyai arti Gamelan. 

Degung di mainkan sebagai musik pengiring Sinden (Penyanyi tadisional Sunda), tari Jaipongan dan juga pentas orkes  dangdut. 

4. SISINGAAN

Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang
image : flickr.com

Sisingaan adalah merupakan kesenian yang hadir karena terinspirasi dari kesenian Reog di Jawa Timur. Hal tersebut di tahun 1975, ketika itu para seniman Sunda berdiskusi tentang Reog, dan akhirnya dari sinilah muncul sebuah kesenian baru yang di sebut sebagai Sisingaan.

Sisingaan ini berkembang di Jawa Barat terutama di daerah Subang. Sisingaan sering di mainkan pada saat menerima tamu khusus, acara khitanan atau sunatan, hari besar dan acara khusus kesenian daerah. Kesenian ini adalah dengan membawa boneka Singa, yang di angkat oleh  4 orang yang akan membawanya sembari berjalan berkeliling dengan iringan musik terompet dan juga Gendang. Di atas boneka yang berbentuk seekor Singa biasanya di naiki oleh seorang anak kecil.

5. KUDA RENGGONG
Kuda Renggong adalah salah satu kesenian asli suku sunda yang berkembang di daerah kabupaten Sumedang. Pada saat pementasan kuda berjajar dan kemudian diikuti oleh rombongan musik pengiring di belakangnya, kuda - kuda tersebut dapat mengikuti irama lagu yang di mainkan sesuai kehebatan kudanya. Kuda Renggong menjadi kesenian yang saat ini jarang di mainkan sehingga sulit ditemukan. Hal tersebut karena  karena sekarang ini banyak tempat - tempat wisata dan hiburan menyewakan  jasa menaiki kuda yang harganya sangat murah jika  dibandingkan dengan menyewa satu grup kuda renggong.

6. TARAWANGSA 
Tarawangsa adalah salah satu kesenian tradisional suku Sunda yang biasanya dipentaskan ketika ada acara syukuran pernikahan ataupun sunatan. Dalam pementasannya kesenian Tarawangsa ini sangat berbau mistis dan sangat klasik. Tarawangsa sering di mainkan di daerah Rancakalong kabupaten Sumedang. 

7. BAJIDORAN 

Bajidoran adalah salah satu kesenian asli suku Sunda yang berkembang di daerah Subang dan Karawang. Pada saat pertunjukan Bajidoran para penari ronggeng melakukan tarian - tarian yang indah dengan mengikuti irama gamelan dan tabuhan gendang dari musik pengiring, kemudian para pria menyawer uang kepada para penari ronggeng yang sedang menari tersebut. Sebutan bagi pria yang menyawer penari ronggeng inilah yang kemudian disebut sebagai Bajidor. 


Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang

Daya tarik Bajidoran bagi generasi muda dan milenial di jaman sekarang memang sangatlah kurang karena banyaknya pengaruh dari musik dan kesenian barat yang sangat hebat. Hal itu merupakan sebuah tantangan bagi para seniman suku Sunda untuk terus menjaga eksistensi kesenian ini agar tidak punah nantinya.

Demikianlah artikel tentang kesenian suku Sunda yang tetap eksis sampai sekarang. Semoga artikel kali ini bisa menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap kebudayaan tradisional bangsa Indonesia.

Post a Comment for "Tujuh (7) Kesenian Suku Sunda Yang Tetap Eksis Sampai Sekarang "