Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Duapuluh Satu (21) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari


Enam  (6) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari
image : flickr.com

Jika kita berbicara tentang kesenian khas suku Sunda di Jawa Barat tentu tidak akan ada habis - habisnya karena banyak sekali kesnian tradisional yang berkembang di daerah ini. Kesenian - kesinan daerah tersebut tentu saja menambah khasanah budaya dan kesenian asli bangsa Indonesia.

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya adalah suku Sunda di Jawa Barat. Seperti halnya suku Jawa, suku Sunda yang merupakan suku kedua terbesar di Indonesia memiliki begitu banyak jenis kesenian dan budaya yang unik dan khas.

Dari sisi perilaku, suku Sunda memiliki kearifan lokal yang sangat mengagumkan. Mereka di kenal sebagai suku yang sangat menghormati seni budaya warisan para leluhur, juga dikenal sebagai suku yang ramah, murah senyum, dan sangat hirmat kepada mereka yang lebih tua.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika suku Sunda hingga saat ini masih teguh memegang tradisi para leluhur dengan cara melestarikan keanekaragaman kesenian daerah suku Sunda supaya tetap lestari dan tidak punah di tengah perkembangan zaman modern.

Berikut ini Aneka Budaya akan membagikan kepada anda enam (6) kesenian khas suku Sunda yang tetap lestari sampai dengan sekarang, diantaranya :

1. RAMPAK GENDANG

Enam  (6) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari

Bila kita lihat dari asal katanya Rampak Gendang berasal dari kata rampak yang artinya bersama dan Gendang yang merupakan sejenis waditra musik gamelan. Jadi Rampak Gendang artinya sebuah permainan menabuh gendang secara bersama- sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara atau metode tertentu untuk melakukannya.

Istilah Rampak Gendang sendiri muncul pada sekitar tahun 1980 sampai dengan tahun 1990 an. Biasanya pertunjukan Rampak Gendang di pentaskan pada acara - acara pesta atau hajatan dan juga pada acara - acara ritual upacara keagamaan.

Pada umumnya permainan Rampak Gendang di mainkan oleh empat orang sebagai penabuh Gendang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Permainan tabuh gendang secara bersama ini akan menghasilkan sebuah harmoni  yang indah dan enak untuk di dengarkan.

2. CALUNG

Enam  (6) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari
image : [email protected]_manis_1601

Calung merupakan sebuah alat musik khas suku Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyang - goyangkan, maka cara menabuh alat musik Calung adalah dengan cara memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun sesuai dengan titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Adapun jenis bambu yang di gunakan untuk membuat alat musik Calung ini kebanyakan dari bambu wulung (bambu hitam), namun ada pula Calung yang dibuat dari bambu temen (bambu yang berwarna putih).

Pengertian Calung selain sebagai alat musik juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan atau seni pentas. Ada dua buah bentuk Calung Sunda yang secara umum dikenal oleh masyarakat, yakni Calung rantay dan Calung jinjing. Biasanya alat musik Calung ini di pentaskan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Musik Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan - lawakan khas suku Sunda.

3. PENCAK SILAT

Enam  (6) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari
image : flickr.com

Pencak silat merupakan sebbuah kesenian asli suku Sunda yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah di akui sebagai  kesenian Nasional.

Pada awalnya pencak Silat ini merupakan sebuah tarian yang menggunakan gerakan - gerakan tertentu yang mana  gerakan - gerakan tersebut mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang pemain atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan di bagian pinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket.

Kesenian pencak silat ini ditampilkan iringan musik yang disebut sebagai gendang penca, yakni musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.

4. KUDA LUMPING

Enam  (6) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari
image : flickr.com

Kuda Lumping merupakan sebuah kesenian yang sedikit berbeda dari kesenian yang lain, karena dimainkan dengan cara yang berbau mistis sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan nantinya. Kesenian Kuda Lumping juga berkembang di daerah Jawa Tengah.

Keanehan dari pertunjukan kesenian ini adalah orang yang memainkannya akan mampu memakan kaca serta rumput tanpa adanya rasa sakit. Sangat tidak masuk akal bila kita ukur dengan akal sehat manusia. Selain itu orang yang memainkannya akan dicambuk seperti halnya sedang menyambuk kuda. Biasanya dalam pertunjukan kesenian kuda lumping ini dipimpin oleh seorang pawang yang sudah ahli.


Kesenian ini termasuk jenis kesenian yang mengandung unsur mistis karena dalam pementasannya terkadang dengan cara memanggil roh halus sehingga membuat pemainnya kesurupan.

5. CIANJURAN

Enam  (6) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari
image : pikiran-rakyat.com

Cianjuran merupakan sebuah kesenian khas suku Sunda yang berasal dari Jawa Barat. Kesenian Cianjuran ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi. Lagu - lagu yang dibawakan atau di nyanyikan pun merupakan lagu khas daerah Sunda Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk jenis kesenian nyanyian Cianjuran ini dengan nama Mamaos yang artinya bernyanyi.

Seni mamaos adalah merupakan senoi vokal suku Sunda dengan menggunakan alat musik kecapi indung, kecapi rincik, suling ataupun rebab.

6. KECAPI SULING

Enam  (6) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari

Kacapi suling adalah kesenian khas suku Sunda yang berasal dari daerah Jawa Barat. Kecapi suling merupakan permainan alat musik tradisional yang hanya menggunakan dua buah alat musik saja yaitu  Kacapi dan Suling. Kacapi suling ini biasanya di mainkan sebagai pengiring nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian tersebut dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.

Kecapi suling merupakan sebuah perangkat waditra musik Sunda yang ada di hampir semua wilayah Jawa Barat. Kecapi terdiri dari tiga macam yakni kecapi Indung, kecapi perahu dan kecapi gelung. Selain untuk mengiringi pesinden dalam menyanyi kecapi suling kadang - kadang juga di mainkan secara instrumentalia tanpa adanya penyanyi.

7. WAYANG GOLEK


Wayang Golek Jawa Barat

Kesenian asli dan khas suku Sunda di jawa barat berikutnya adalah Wayang Golek. Mirip dengan wayang kulit di Jawa Tengah, maka pertunjukan wayang Golek ini memainkan sebuah lakon yang di bawakan oleh seorang Dalang dengan iringan musik degung dan juga Sinden sebagai pelengkapnya. 

Pertunjukan wayang golek pada umumnya diadakan untuk memeriahkan acara - acara hiburan rakyat, pesta pernikahan, dan sebagainya. Waktu pementasannya biasanya di mulai pada siang hari dan dilanjutkan pada malam harinya  (semalam suntuk) yang dimulai sekitar jam 20.00 WIB hingga jam  04.00 WIB (menjelang subuh).

Cerita yang dimainkan hampir sama dengan wayang kulit di Jawa Tengah, yakni banyak mengangkat cerita tentang pergulatan antara kebaikan dan kejahatan. Mayoritas cerita yang diangkat dari  cerita budaya Hindu dari India seperti cerita Ramayana atau Perang Baratayudha Namun terkadang juga di selingi dengan mengangkat topik kehidupan masyarakat sehari - hari.

8. RENGKONG


Rengkong Jawa Barat

Kesenian Rengkong adalah salah satu kesenian Jawa Barat yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Kesenian Rengkong di wariskan secara turun temurun dan dari generasi ke generasi berikutnya hingga sekarang ini. Pada  mulanya, kesenian Rengkong muncul di daerah Cianjur, Jawa Barat sekitar tahun 1964. Salah seorang seniman yang menjadi pioner dari kesenian Rengkong ini adalah H.Sopyan.

9. KUDA RENGGONG


Kuda Renggong
image : [email protected]_haikal2303

Kesenian kuda Renggong disebut juga sebagai Kuda Depok, dan merupakan salah satu jenis kesenian helaran yang berkembang di daerah Sumedang, Majalengka dan Karawang.

Kesenian Kuda Renggong ini cukup unik, yakni dengan cara menghias beberapa ekor kuda dengan menggunakan hiasan yang berwarna - warni sehingga terlihat sangat menarik. Kemudian di atas kuda yang telah di hias tersebut di naiki oleh seorang pengantin sunat (Seorang anak yang di khitan). Pengantin sunat tersebut memakai pakaian ala seorang Raja dengan mengenakan dalem Baheula, memakai Bendo, takwa, dan memakai sepatu selop. Acara tradisional ini biasanya berlamngsung dengan sangat meriah dan ramai sekali.

10. SINTREN


Sintren

Kesenian unik lainnya di Jawa Barat adalah kesenian tari Sintren yang berkembang di daerah Indramayu dan sekitarnya. Menurut sejarah, kata sintren berasal dari dua kata, yakni “Sinyo” dam “Trennen”. Kata Sinyo memiliki arti “pemuda” dan Trennen memiliki arti “latihan”. Dengan demikian, maka Sintren memiliki arti para pemuda yang sedang berlatih kesenian.

Dalam pementasannya, Seorang penari perempuan memakai pakaian sehari-hari dimasukkan ke dalam kurungan sebesar seperti kurungan ayam. Kemudian busana tari  lengkap dimasukkan ke dalam kurungan tersebut. Anehnya, beberapa saat kemudian penari tersebut keluar dari dalam kurungan tersebut dengan mengenakan pakaian penari yang di masukkan tadi dengan lengkap, padahal tangan penari tersebut dalam keadaan terikat dan mata tertutup ketika di masukkan kedalam kurungan tersebut. sangat Ajaib dan sarat dengan nuansa mistis bukan?

11. KESENIAN LENGSER


Kesenian Lengser Jawa Barat

Kesenian Lengser ini adalah salah satu jenis kesenian tradisional Jawa Barat berikutnya yang masih tetap lestari hingga sekarang. Kesenian Lengser biasanya dipentaskan dalam acara pernikahan adat Sunda atau acara-acara formal lainnya, seperti acara dalam rangka menyambut tamu-tamu penting seperti pejabat negara dan pemerintahan.


Kesenian ini dimainkan dengan seorang tokoh utama, yakni Ki Lengser yang memakai baju kampret berwarna hitam dengan mengenakan janggut, rambut, dan kumis putih. Dalam pementasan biasanya, Ki Lengser juga ditemani oleh seorang istri yakni si Ambu.

12.TUTUNGGULAN


Tutunggulan Jawa Barat

Kesenian Tutunggulan di Jawa barat ini merupakan sejenis bunyi-bunyian yang dihasilkan dengan cara membenturkan alu ke lesung yang terbuat dari kayu. Benturan - benturan tersebut di lakukan dengan mengikuti irama tertentu sehingga kemudian menghasilkan bunyi tung, trok trung, tok dung, atau prek yang enak di dengar. 

Kesenian ini biasanya dimainkan oleh kaum perempuan yang terdiri dari beberapa orang dengan iringan kawih - kawih yang di lantunkan secara bersama - sama oleh mereka.


13. TARI JAIPONG


Tari Jaipong Jawa Barat

Tari Jaipong adalah salah satu Kesenian suku Sunda di Jawa Barat yang sangat populer bahkan hingga sekarang. Tari Jaipong biasanya diiringi dengan alat musik Degung. Jaipongan, demikian yang biasa di katakan oleh orang - orang adalah jenis tarian tradisional yang mengkolaborasikan beberapa jenis gerakan dengan gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan beberapa gerakan pencak silat.

Saat ini masih banyak masyarakat yang mengadakan pertunjukan tari Jaipong ini dalam acara - acara pernikahan, khitanan dan acara - acara lainnya.

14. TARI MERAK


Tari Merak Jawa Barat

Tari Merak adalah jenis kesenian berupa tari tradisional yang pakaian dan gerakan - gerakannya terinspirasi dari burung Merak. Seperti halnyaburung Merak yang selalu melebarkan bulu ekornya ketika  ingin menarik perhatian lawan jenisnya maka demikian pula dengan tari Merak ini yang mengembangkan selendang menyerupai ekor burung Merak tersebut. Pencipta tari Merak ini adalah R.Tjetje Somantri dan biasanya dipentaskan oleh 3 orang penari atau lebih.

15. TARI TOPENG


Tari Topeng Jawa Barat
image via [email protected]_hitz

Tari Topeng merupakan kesenian tari khas suku Sunda di Jawa Barat. Tari Topeng biasanya di pentaskan oleh sekelompok orang penari pria atau wanita, yang mana ketika sedang menari, mereka harus memakai topeng khas suku Sunda. Tarian ini biasanya di pentaskan untuk menyambut para tamu yang akan datang dan biasanya dipentaskan pada acara perkawinan maupun khitanan.

16. TARI KETUK TILU

Tari ketuk tilu adalah sebuah sarana hiburan masyarakat suku Sunda. Tarian ini tidak ada kaitannya dengan adat atau jenis tradisi tertentu dalam masyarakat suku Sunda. Jadi fungsi tarian ketuk tilu ini hayalah sebagai sarana hiburan saja. Tari Ketuk Tilu biasanya di pentaskan dlam acara perkawinan dan acara - acara lainnya.

17. DEGUNG


Degung Jawa Barat
image via [email protected]_wargi_simpay

Kesenian Degung biasanya di pentaska pada acara pernikahan, khitanan dan hajatan masyarakat setempat lainnya. Kesenian Degung ini digunakan sebagai musik pengiring atau musik pengantar. Degung sekilas mirip dengan seni karawitan di Jawa Tengah.

Degung merupakan gabungan dari berbagai macam jenis alat musik khas Jawa Barat. seperti misalnya Gendang, Gong, Kempul, Saron, Bonang, Kecapi, Suling, dan rebab..


Cara memainkan Degung, pada umumnya ada seorang penyanyi yang disebut sebagai Sinden yang akan melantunkan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. 

18. ANGKLUNG


Angklung Jawa Barat
image via flickr

Angklung adalah salah satu jenis alat musik tradisional suku Sunda di Jawa Barat yang terbuat dari bahan bambu khusus. Angklung ditemukan pada tahun 1938-an oleh seorang seniman yang bernama Daeng Sutigna.


Sekarang Angklung telah menjadi salah satu jenis alat musik tradisional yang sudah mendunia. Angklung dapat di kolaborasikan dengan berbagai macam alat musik lainnya, bahkan bisa juga di gunakan untuk mengiringi musik orkestra.

19. SISINGAAN


Sisingaan Jawa Barat

Kesenian tradisional Sisingaan ini merupakan kesenian khas yang hanya ada di Jawa Barat. Di beberapa daerah di Jawa Barat memiliki nama lain seperti Singa Depok, Citot, Kuda Depok, Gotong Singan, dan Odong-odong.

20. TARAWANGSA


Tarawangsa Jawa Barat

Kesenian Tarawangsa disebut juga sebagai kesenian Jenreng yang pada umumnya dipentaskan ketika ada acara syukuran tradisional seperti Ngarosulkeun, Ngaruat, Ngalaksa, Buku Taun, Panen atau acara hajat seperti pernikahan dan khitanan.


Kesenian tradisional yang mengandung unsur mistis ini berkembang di beberapa daerah di Jawa Barat seperti Tasikmalaya Selatan, Rancakalong (Sumedang), Kanekes (Banten) dan Banjaran.

21. BLANTEK


Blantek Jawa Barat

Kesenian Blantek biasanya dimainkan oleh sekelompok penari laki-laki dan perempuan dengan dialog-dialog yang lucu dan mengundang gelak tawa penonton. Jenis atraksi pemainnya lebih menonjolkan gerakan pertunjukkan silat dan lawakan.

Jenis alat musik tradisional yang sering dipakai adalah Rebana (biang, Katek, dan Kebuk), Kendang, Jihan / Rebab, Kecrek, dan Gong. 

Dalam perkembangannya, kesenian Blantek ini sekarang juga menggunakan alat - alat musik modern seperti gitar melodi, bass, organ dan juga memainkan jenis musik lain seperti pop dan dangdut.

Itulah duapuluh satu (21) kesenian khas suku Sunda yang tetap lestari sampai sekarang. Semoga ulasan artikel ini bisa bermanfaat dan semakin menambah ilmu pengetahuan kita.

Post a Comment for "Daftar Duapuluh Satu (21) Kesenian Khas Suku Sunda Yang Tetap Lestari"