Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kesenian dan Budaya Peninggalan Kerajaan Majapahit

Kesenian dan Budaya Peninggalan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di Indonesia dan dapat dikatakan sebagai cikal bakal terbentuknya negeri ini. 

Kerajaan Majapahit lahir dan berawal dari sebuah hutan lebat yang dihadiahkan kepada Raden Wijaya oleh prabu Jayakatwang dan dijadikan sebagai Tanah Perdikan.

Raden Wijaya beserta pengikutnya membuka hutan lebat tersebut dan menjadikannya sebagai tanah perkampungan dan mereka bertempat tinggal di tempat tersebut.

Kerajaan Majapahit memang termasuk kerajaan yang besar sebab wilayah kekuasaannya mencakup seluruh wilayah Nusantara, bahkan jika kita telusuri, wilayah kerajaan Majapahit hingga asia tenggara. 

Begitu besarnya kerajaan majapahit sehingga sangat menggetarkan negara-negara yang ada di sekitarnya. Apalagi ketika Gajah Mada menjabat sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit. 

Dengan penuh semangat, Mahapatih Gajah Mada terus berusaha untuk mengembangkan dan memperluas wilayah kekuasaan kerajaannya.

Tentunya, kondisi ini merupakan bukti bahwa kerajaan Majapahit adalah kerajaan besar.  Baik angkatan darat maupun angkatan lautnya sedemikian kuatnya sehingga setiap kerajaan yang ada ketakutan dan takluk tanpa perlawanan berarti saat tentara kerajaan majapahit bergerak memasuki gerbang kota kerajaan. 

Dan, akhirnya kerajaan tersebut menjadi negara jajahan atau negara bagian dari kerajaan Majapahit yang besar. Maka, dalam waktu yang relatif pendek, wilayah kerajaan Majapahit sedemikian luasnya. Tidak hanya terbatas dalam wilayah nusantara, melainkan hingga wilayah Campa dan Malaya.

Kesenian dan Budaya Peninggalan Kerajaan Majapahit

Sebagai sebuah kerajaan yang besar, tentunya banyak hal yang dapat kita temukan dalam pola kehidupan masyarakat pada saat kemashyuran kerajaan Majapahit ini. Berbagai pola kehidupan menjadi satu bentuk khusus dari proses kehidupan masyarakatnya. 

Ini merupakan ciri khas yang dimiliki oleh setiap negara atau kerajaan besar sebagai bentuk eksistensinya. Dan, hingga sekarang budaya kerajaan majapahit telah menjadi peninggalan yang sangat berharga bagi kehidupan masa sekarang.

Budaya peninggalan kerajaan majapahit ini selanjutnya menjadi bagian budaya masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari pola kehidupan masyarakat. 

Bahkan, hingga sekarang budaya peninggalan kerajaan majapahit ini telah dijadikan dalam berbagai bentuk, misalnya kesenian atau adat istiadat kehidupan bermasyarakat. Budaya peninggalan ini merupakan wujud dari rasa andarbeni yang begitu kuat tertanam dalam hati masyarakat.

Beberapa budaya peninggalan kerajaan Majapahit, antara lain:

1. Kesenian Jaran Kepang

Jaran Kepang

Jaran kepang atau kuda lumping adalah salah satu jenis kesenian yang cukup terkenal di masyarakat. Kesenian ini merupakan kesenian khas dari Jawa Tengah, dan jika kita telaah, sebenarnya ini merupakan salah satu kesenian yang berkembang saat kerajaan Majapahit berkuasa di negeri ini.

Kesenian ini dapat juga dikatakan sebagai salah satu jenis permainan yang dikembangkan dan menjadi sebuah kesenian yang dipergunakan juga sebagai sarana untuk kegiatan-kegiatan ritual keagamaan dan sebagainya.

Pada perkembangannya, kesenian jaran kepang ini menjadi kesenian tanggapan atau ngamen yang berkeliling di sekitar wilayah bekasl kerajaan Majapahit, misalnya Mojokerto, Jombang, Kertosono, dan Kediri. Dengan kesenian ini, maka dapat dijadikan sebagai profesi yang mendatangkan pemasukan finansial bagi pelakunya.

Kesenian yang merupakan budaya peninggalan kerajaan majapahit ini merupakan gabungan antara kesenian tari dan gending gending serta tetembangan atau seni suara. Dengan penggabungan tiga macam kesenian dasar ini, maka sebagai sarana hiburan, jaran kepang juda memenuhi syarat utama kesenian.

2. Kesenian Bantengan

Bantengan
credit:[email protected]_brodowonosejati

Bantengan ini merupakan kesenian yang menggunakan gambaran dari sebuah binatang yakni banteng. Dalam hal ini kesenian bantengan menggambarkan sebuah banteng yang terusik oleh sekelompok manusia dan marah. 

Dalam kondisi tersebutlah, maka banteng yang merasa terganggu mengamuk dan menyerang orang orang yang berada di sekitarnya.

Untuk menyemarakkan kegiatan, maka pada kesenian bantengan ini-pun menggunakan alat music dan diiringi dengan tetembangan yang begitu rancak. Hadirnya musik dan nyanyian tersebut menjadikan kesenian bantengan menjadikan kesenian ini menjadi semakin menarik. 

Dan, peranan musik dan nyanyian adalah sebagai alat penyiaran kegiatan sehingga masyarakat mengetahui kegiatan dan dating berbondong untuk ikut menikmati kesenian bantengan ini.

3. Kesenian Reog Ponorogo

Reog Ponorogo
credit:[email protected]_traveling

Kesenian reog Ponorogo inipun sebenarnya merupakan kesenian yang tumbuh dan berkembang pada jaman keemasan kerajaan majapahit. Kesenian ini menggambarkan sebuah permainan aneh yang terdiri atas beberapa permainan.

Dalam kesenian reog, kita dapat menemukan kesenian jaran kepang, bantengan, tari topeng, bahkan profil reog itu sendiri merupakan sesuatu yang sangat aneh. Kita dapat melihat bahwa pada sebuah reog ada kepala harimau dan diatasnya ada seekor burung merak.

Tentunya, jika kita kupas, maka setidaknya kita mengetahui bahwa kesenian pada jaman kerajaan Majapahit merupakan kesenian yang menjadi daya tarik sendiri di jaman sekarang ini. 

Bahkan, selanjutnya daerah sekitar kerajaan majapahit akan dijadikan wawasan wisata sehingga keberadaan kesenian budaya peninggalan kerajaan Majapahit ini dapat menjadi pemikat wisatawan, baik lokal maupun asing.

Post a Comment for " Kesenian dan Budaya Peninggalan Kerajaan Majapahit"