Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Kayanya Sejarah Suku Minangkabau

pengantin-minang
credit:[email protected]_ayuna_hattaya

Tahukah Anda tentang sejarah suku Minangkabau? Indonesia yang terdiri atas beribu-ribu pulau yang berjumlah sekitar kurang lebih 18.306, berjajar dari Sabang sampai Merauke. Keanekaragaman budaya yang begitu banyak, karena Indonesia memiliki bermacam-macam suku bangsa dengan berbagai macam bahasa daerah.

Suku di Indonesia yang mendominasi adalah suku Jawa dengan bahasa Jawanya yang kental. Selain suku Jawa, masih banyak lagi suku lainnya yang hidup di bumi Indonesia, yang menambah kekayaan budaya di Indonesia.

Diantara suku - suku yang lain adalah suku Sunda, suku, Dayak, suku, Bugis, suku Bali, suku Flores, suku Asmat Papua, suku Aceh, suku Minang dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pada artikel kali ini kita akan fokus membahas tentang suku Minangkabau. Jadi, silahkan membaca ulasannya di bawah ini hingga selesai.

Mengenal Suku Minangkabau dan Sejarah Suku Minangkabau

Sejarah suku Minangkabau memiliki banyak kelebihan. Suku Minangkabau masuk pada Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Suku Minangkabau disebut juga orang Padang. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Minang, bahasa Indonesia, dan juga bahasa Melayu.

Karena wilayah Sumatera Barat yang dekat dengan negara tetangga, maka pastinya kesamaan kebudayaan dengan mereka bisa saja hampir mirip dan bahkan menjadi perseteruan antarnegara, karena saling berebut, apalagi dengan negara tetangga kita Malaysia. 

Mayoritas penduduk Minangkabau memeluk agama Islam dan populasi penduduk Minangkabau kurang lebih 3.747.343 jiwa (saat ini mungkin sudah lebih).

Kelebihan dari suku Minangkabau adalah mayoritas masyarakatnya menonjol dalam bidang perdagangan dan pendidikan. Suku Minangkabau memiliki kehidupan mobilitasnya tinggi, karena mereka sering berada di perantauan.  Bahkan semangat kehidupan mobilitas atau kehidupan merantau mereka merupakan yang paling tinggi di Indonesia.

Sejarah Minangkabau

sejarah-minangkabau
credit:[email protected]_minang_bagarah

Secara etimologi nama Minangkabau berasal dari dua kata, yaitu kata "minang" yang artinya menang dan kata "kabau" yang artinya kerbau. 

Menurut legenda di sana, waktu kerajaan Singasari mengadakan ekspedisi ke wilayah Minangkabau, penduduk lokal memberikan ide mengadakan adu kerbau minang dengan kerbau jawa untuk menghindari pertempuran di sana.

Akhirnya, adu kerbau tersebut dimenangkan oleh penduduk lokal karena mereka memakai trik untuk mengalahkan kerbau jawa dengan menggunakan anak kerbau yang kelaparan tapi dilengkapi dengan pisau di tanduknya. Itulah yang menjadikan penduduk setempat memberikan nama minangkabau untuk wilayah mereka.

Kira-kira 2.500 - 2.000 tahun yang lalu, masyarakat Melayu Muda melakukan migrasi dari China Selatan ke Pulau Sumatera, masuk dari arah Timur Sumatera, lalu menyusuri aliran Sungai Kampar atau Minang Kawa, hingga berada di dataran tinggi Luhak nan Tigo(darek), lalu menyebar ke wilayah pesisir pantai barat Pulau Sumatera, yang juga banyak disinggahi oleh imigran dari India dan Persia.

Salah satu sebab terjadinya migrasi di wilayah pantai barat Sumatera, karena pada saat itu wilayah ini merupakan pelabuhan perdagangan selain di Malaka.

Jumlah Suku di Minangkabau

Mengenal Kayanya Sejarah Suku Minangkabau
credit:[email protected]_koto

Suku Minangkabau memiliki banyak klan dalam etnisnya. Budaya minangkabau pada awalnya hanya mempunyai 4 suku dari dua lareh (laras) atau disebut juga dengan keselarasan. Suku-suku itu adalah suku Koto, suku Piliang, suku Bodi, dan suku Caniago. 

Dua keselarasannya adalah Lareh Koto Piliang dengan penggagasnya adalah Datuk Ketumanggungan, menganut sistem budaya aristokrasi militeristik, sedangkan Lareh Bodi Caniago, dengan penggagasnya adalah Datuk Perpatih Nan Sebatang, menganut sistem budaya demokrasi sosialis. 

Saat ini, suku-suku baru di Minangkabau sudah banyak sekali jumlahnya karena mengalami perkembangan yang pesat, bahkan terkadang mengalami hambatan yaitu sulitnya menyamakan dengan suku induknya. 

Berkembangnya suku-suku di Minangkabau tersebut bisa saja dipengaruhi dengan adanya munculnya keselarasan baru yang bernama Lareh Nan Panjang dengan penggagasnya, yaitu Tuan Datuk Sakalok Dunia nan Bamego-mego.

Adapun suku-suku baru tersebut adalah :

•    Suku tanjung

•    Suku Sikumbang

•    Suku Sipisang

•    Suku Bendang

•    Suku Melayu (Minang)

•    Suku Guci

•    Suku Panai

•    Suku Jambak

•    Suku Kutianyie atau Suku Koto Anyie

•    Suku Kampai

•    Suku Payobada

•    Suku Pitopang atau Suku Patopang

•    Suku Mandailiang

•    Suku Mandaliko

•    Suku Sumagek

•    Suku Dalimo

•    Suku Simabua

•    Suku Salo

•    Suku Singkuang atau Suku Singkawang

Suku Minangkabau memiliki rumah adat yang disebut dengan rumah gadang. Sebagai suku yang banyak menganut agama Islam, pastinya daerah Minangkabau memiliki peninggalan masjid bersejarah. 

Adapun masjid-masjid kuno dan bersejarah di Minangkabau, antara lain:

  • Masjid Sa’adah
  • Masjid Tuanku Pamansiangan
  • Masjid Taluak
  • Masjid Tuo Koto Baru
  • Surau Atap Ijuk Sicincin
  • Surau Gadang Bintungan
  • Surau Gadang Syekh Burhanuddin Ulakan
  • Surau Latiah
  • Surau Raja Sontang
  • Surau Lubuk Bauk

Di wilayah Minangkabau, banyak sekali yang disebut nagari. Nagari yaitu daerah otonom yang mempunyai kekuasaan tertinggi di suku Minangkabau. Adat nagari di Minangkabau tidak dapat dicampuri dengan kekuasaan sosial dan politik. 

Tiap nagari dipimpin oleh sebuah dewan yang merupakan pemimpin suku dari semua suku yang terdapat di nagari tersebut.

Faktor Penyebab Orang Minangkabau Merantau

Mengenal Kayanya Sejarah Suku Minangkabau
credit:[email protected]_batandang_foto

Adapun karakter suku Minangkabau yang selalu merantau ke wilayah-wilayah lain di Indonesia khususnya di Jakarta bahkan ke mancanegara seperti Malaysia, Thailand, Brunei bahkan hingga Filipina. 

Faktor-faktor yang menyebabkan suku Minangkabau selalu melakukan perantauan adalah sebagai berikut:

1. Faktor Budaya

Karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari kehidupannya di kampung mereka atau di tanah kelahirannya sendiri.

Seperti kita ketahui bahwa sistem yang mereka anut adalah sistem kekerabatan matrilineal yaitu sistem dalam hal penguasaan harta peninggalan dipegang penuh oleh kaum perempuan, hal inilah yang menyebabkan hak yang dimiliki oleh laki-laki adalah kecil jika dibandingkan dengan hak perempuan.

Akibatnya para pria Minangkabau banyak pergi merantau, mengadu nasib di tanah yang baru. Tidak hanya kaum pria yang pergi merantau, bahkan kaum perempuan juga banyak yang pergi ke perantauan, bukan alasan hanya mengikuti suami, tetapi juga ingin berkarir dalam bidang pendidikan, perdagangan, dan lain sebagainya.

2. Faktor Ekonomi 

Dalam bidang ekonomi yang membuat sebagian penduduk Minangkabau merantau adalah masih minimnya sumber penghasilan mereka di tanah kelahiran mereka. Pada masa dahulu, lahan pertanian dan perkebunan hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. 

Pada masa lalu, sumber daya alam masih belum diolah secara maksimal sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bersama yang harus dibagi dengan keluarga lainnya.

Selain itu, dahulu kesempatan baru dalam pembukaan daerah baru untuk perkebunan dan pertambangan. Hal inilah yang mengharuskan orang Minangkabau pergi keluar mencari penghidupan baru di daerah yang baru. 

Sebagai awal kehidupan di tanah rantau, mereka berprofesi sebagai seorang pedagang kecil dan biasanya tinggal bersama dulu di rumah keluarga yang dianggap sebagai induk semang.

Suku Minangkabau yang dikenal juga sebagai suku terpelajar, dan banyak menghasilkan orang-orang yang ahli dalam bidang politisi, penulis, ulama, pengajar, jurnalis, dan pedagang. 

Ada beberapa contoh tentang keberhasilan orang Minang di tanah perantauan seperti ulama Minangkabau yaitu Tuan Dato Ri Bandang dan Tuan Dato Ri Tiro, berhasil menyebarkan agama Islam di Indonesia Timur dan juga berhasil mengislamkan kerajaan Gowa. Hal ini terjadi di akhir abad ke-16.

Suku Minangkabau melakukan migrasi ke Negeri Sembilan, Malaysia dan berhasil mengangkat raja untuk negeri baru mereka tersebut dari kalangan mereka pada abad ke-14. 

Hal inilah yang menyebabkan adanya kemiripan budaya Indonesia dan Malaysia, karena kita memiliki warga Minang yang tinggal di Malaysia karena masa lalu melakukan migrasi di wilayah tersebut. 

Hal ini terkadang mendatangkan masalah bagi Indonesia karena sikap Malaysia yang selalu mengklaim budaya Indonesia sebagai milik mereka.

Selain itu, dalam bidang sebagai penulis dan jurnalis dari kalangan orang Minangkabau, yaitu Marah Rusli, Abdul Muis, Sutan Takdir Alisjahbana, Idrus, Hamka, dan A.A Navis sebagai penulis novel. Chairil Anwar dan Taufik Ismail lewat puisi, serta Abdul Rivai, Djamaluddin Adinegoro, Rosihan Anwar dan Ani Idrus sebagai jurnalis.

Adapun beberapa orang Minangkabau yang berhasil di mancanegara seperti Tuanku Abdul Rahman (Yang Dipertuan Agung pertama Malaysia), Yusof bin Ishak (Presiden pertama Singapura), dan Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura, Majulah Singapura).

Di negeri Belanda, Roestam Effendi yang mewakili Partai Komunis Belanda, menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah duduk sebagai anggota parlemen. 

Itulah beberapa prestasi yang ditorehkan oleh orang Minangkabau yang banyak memberikan pengaruh sendiri dalam sejarah Indonesia, bahwa bangsa Indonesia banyak memiliki orang hebat yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Demikian sepenggal sejarah suku Minangkabau, yang memiliki banyak dikenal dengan adat matrilineal-nya. Kebanyakan suku Minangkabau berada di perantauan bahkan hampir separuh dari populasi yang ada di Sumatera Barat.  Mereka banyak menyebar ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Surabaya.

Untuk di luar Indonesia, suku Minangkabau banyak tinggal di Malaysia, terutama di Negeri Sembilan dan juga tersebar sampai ke Singapura. Masakan suku Minangkabau yang sangat populer seantero negeri, yaitu "Masakan Padang" dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena kaya akan bumbunya disertai rasa pedas.

Semoga informasi di atas bisa menambah wawasan Anda dan menyadari betapa kayanya Indonesia dengan bermacam-macam budaya yang ada di dalamnya.

Posting Komentar untuk " Mengenal Kayanya Sejarah Suku Minangkabau"