Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Struktur Budaya dan Ekonomi Sebagai Produk Budaya

Struktur Budaya dan Ekonomi Sebagai Produk Budaya
credit:[email protected]_nagari_

Manusia hadir sebagai individu (tepatnya adalah pribadi) dalam membangun kebudayaannya dalam kondisi proses yang secara terus - menerus. Berbagai unsur kebudayaan diciptakan oleh setiap individu yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain, baik dalam bentuk gagasan, tindakan, atau material. 

Budaya hadir dalam kehidupan sosial  adalah sebagai media dalam membangun (konstruksi) untuk menciptakan makan (kebermaknaan) menuju peradaban. 

Membangun peradaban manusia hingga mencapai taraf yang tinggi, yang intinya pencapaian itu adalah untuk menginspirasi individu pada zaman yang akan datang. 

Kebudayaan adalah kompas yang memberikan arah pada individu untuk mencapai terminologi kehidupan yang mampu menciptakan kemampuan berkomunikasi antara individu dengan individu dalam sebuah komunitas (kelompok masyarakat).

Strukrur kebudayaan dalam kehidupan individu adalah hal yang menjadi subjek dan  bukan manusia, akan tetapi golongan, masyarakat, dan bangsa (ini hanya pandangan sosiologi). Komunitas yang terkait dan terikat secara sosial menjadi subyek selalu mencari arah dan tujuan yang dicapai individu. Objek kebudayaan adalah lingkugan alam dan sosial. Subjek dan objek terus berinteraksi mencapai keseimbangan (Bakker, 1984: 83).

Struktur budaya adalah cara pandang manusia yang melihat kebudayaan sebagai sesuatu memiliki keterkaitan satu sama lain sebagai unsur. Oleh karena itu kebudayaan terbentuk dari unsur-unsur  yang memiliki kaitan satu sama lain secara relasional yang disebut dengan sintagmatik (pemahaman atas pertimbangan ruang). 

Cara pandang ini menunjukan, bahwa kebudayaan yang diproduksi oleh manusia itu tidak bersifat terpisah dalam kerangka ruang. Karena kebudayaan yang berupa gagasan, tindakan, dan material. Maka produk budaya yang diciptakan manusia pada saat yang bersamaan memiliki hubungan subtansial, yaitu gagasan, tindakan, dan material.

Struktur dalam kerangka waktu yang terkait dengan kaidah-kaidah yang terkait satu dengan yang lain sebagai ikatan di luar struktur, dan relasi itu disebut paradigmatik. Gagasan, tindakan, dan material yang diciptakan oleh manusia pada dasarnya adalah bersifat transformasi. 

Waktu yang telah dilalui tidak hilang begitu saja, akan tetapi membentuk pola budaya yang dilakukan oleh manusia pada zaman ini. Tidak ada satupun kebudayaan yang berkembang terisolir dan mencapai puncaknya tanpa ada kaitannya dengan kemampuan kelompok, golongan, atau bangsa. 

Ikatan sosial yang mampu dicapai oleh manusia membangun sebuah peradaban spiritual, bahasa, ilmu pengetahuan, kesenian, sistem organisasi, teknologi dan juga sistem mata pencaharian.

Struktur Budaya dan Ekonomi Sebagai Produk Budaya
credit:[email protected]_nagari_

Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup adalah suatu kebutuhan manusia yang paling kompleks, bahwa kekuatan manusia dalam menciptakan kebutuhan hidup sangat beragam. Sejak dari kondisi alam dan lingkungan yang telah tersedia hingga kebutuhan ekonomi  yang semakin kompleks. 

Semua orang meyakini,  bahwa ekonomi dan sistem pencaharian hidup itu hadir sesuai denagn aspek fungsi. Setiap waktu kebutuhan manusia semakin meningkat dan seiring dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat maka mata pencaharian penduduk semakin bervariasi pula.

Manusia sebagai produsen budaya hingga sebagai konsumen, keduanya saling mendorong dan menuntut hadirnya sesuatu yang baru dalam hal ekonomi. Semua yang dilakukan manusia untuk memenuhi  kebutuhan hidup sehari-hari, baik untuk kebutuhan pribadi atau untuk kepentingan umum. Mulai dari kemampuan menghitung, melipatandakan sesuatu yang dihasilkan hingga menghasilkan  pertambahan nilai.

Kebutuhan manusia tidak hanya memenuhi kebutuhan yang sifatnya konsumtif, akan tetapi mendorong manusia untuk memperlakukan sistem ekonomi, baik untuk menyederhanakan hasil produksi, melipat gandakan hasil, atau menghargai jasa tenaga atau intelektual. 

Ekonomi yang semula hanya berupa kebutuhan pribadi yang hanya selesai dengan sistem barter. Mengumpulkan  benda-benda dari cara memungut dari tanah, mengail atau menjala ikan  dari dalam air. 

Mengolah hasil bahan  mentah, kemudian dibakar hingga di rebus. Kemudian di olah dengan berbagai macam cara dan mengubahnya menjadi komoditas lain yang bernilai ekonomi.

Kebutuhan mata pencaharian manusia semula sangat sederhana, kemudian terus berkembang hingga mencapai kompleksitasnya. Bahkan mulai dari pola produksi pengolahan material tertentu hingga mencapai tata cara tertentu untuk menempatkan status dan derajat dari suatu komunitas masyarakat tertentu.   

Pengklasifikasian hasil prudiksi  dengan cara manusia menempatkan untuk kebutuhan banyak orang. Nilai kebutuhan dari banyak orang itu yang memunculkan pemahaman "ekonomi." sebagai produk budaya manusia. 

Penjelasan ini tentu tidak dapat dipahami sesederhana itu pada setiap profesi yang telah berkembang menjadi segmen yang lebih kompleks. Akan tetapi, melalui ulasan tentang Struktur Budaya dan Ekonomi Sebagai Produk Budaya ini dapat menjadi tambahan wawasan yang akan semakin memperluas cakrawala dan cara berpikir Anda dalam memandang sebuah budaya.

Post a Comment for "Struktur Budaya dan Ekonomi Sebagai Produk Budaya"