Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hubungan Antara Seniman, Karya Seni dan Masyarakat

 

Hubungan Antara Seniman, Karya Seni dan Masyarakat

"Seni dan masyarakat merupakan dua konsep yang tidak jelas. Hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya ekuivalensi pada kata tersebut dan tidak kongkrit terminologinya", demikian tulis Herber Red dalam bukunya "Art and Alienation".

Seni memiliki pengertian yang berbeda pada orang yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Ada usaha untuk memilahkan karakter yang umum yang ada pada seni, tetapi pada akhirnya terlibat dengan ilmu kesenian, estetika, atau metafisika. 

Seseorang yang mengidentifikasikan seni dengan lukisan misalnya, akan menjumpai masalah lain; yaitu bagaimana dengan musik dan arsitektur. Terlepas dari hal di atas, nyatanya seni merupakan suatu aktivitas khusus atau profesi dari hubungan yang tidak langsung pada diri setiap manusia.

Masyarakat sama halnya dengan seni, juga merupakan suatu konsep yang tidak jelas. Masyarakat, seperti diketahui dapat berarti penduduk suatu daerah, dapat diartikan sebagai manusia secara lebih luas, dan secara ekstrim dapat juga diartikan sebagai beberapa orang dengan tujuan yang sama, misalnya anggota suatu organisasi atau umat suatu agama . 

Dari keduanya, seperti pengetahuan kesenian yang dicoba untuk dikaitkan dengan ilmu kemasyarakat an seperti sosiologi, dimaksudkan agar dapat memberikan gambaran yang logis tentang masyarakat. 

Plato, salah satu filsuf yang terkenal berpendapat bahwa seni dan masyarakat adalah suatu konsep yang tidak bisa dipisahakan. keduanya baik seni maupun masyarakat, terwujud dari hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

Pada kenyataannya seni selalu merupakan kreasi individu. Tentu saja, ada jenis seni yang didukung oleh sekian orang, akan tetapi yang dapat memberikan suatu kekuatan disebabkan oleh seseorang. Misalnya saja seorang artistik. 

Hubungan Antara Seniman, Karya Seni dan Masyarakat

Karya seni merupakan kesatuan artistik yang selalu berupa visi dan sensibilitas seseorang. Tetapi seseorang tidak bisa bekerja sendirian. Sebab kenyataan seniman dalam beberapa hal tergantung kepada masyarakat. Tidak saja dalam persoalan ekonomi, melainkan pada persoalan lain yang lebih mendalam.

Masyarakat dan seni memang berbeda pengertiannya, tetapi sebenarnnya memiliki interaksi psikis. Di satu pihak subjektivitas seniman mencari bentuk penyesuaikan dengan lingkungan masyarakat.

Dilain pihak measyarkat merupakan suatu kesatuan yang memiliki bentuk-bentuk penyesuaian ke dalam dan ke luar. Hal ini merupakan suatu realisasi bahwa seni yang merupakan aktivitas sosial, membentuk sistem sosial dari dulu sampai sekarang.

Dilihat dari segi kepentingannya, kepentingan seniman masyarakat adalah ikut mengangkat sensibilitas dan persepsi masyarakat ke tingkat yang lebih baik. Sekelompok seni adalah sekelompok pikiran atau idea dengan berbgai manifestasi. 

Kelompok pemikiran atau idea akan mengarah ke bagian yang lebih rendah dan meningkatkannya. Dengan kata lain seniman berusaha membawa masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi. 

Dengan demikian kedudukan seniman selain dipengaruhi oleh masyarakat ia juga ikut membentuk dan meningkatkan masyarakatnya. Baik seniman dan masyarakat , dalam bidang kesenian khususnya dan kebudayaan pada umumnya akan mempunyai saling ketergantungan.

Itulah ulasan artikel mengenai Hubungan Antara Seniman, Karya Seni dan Masyarakat. Semoga ulasan artikel kali ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda.

Post a Comment for "Hubungan Antara Seniman, Karya Seni dan Masyarakat"